Hardiknas 2021, Sudahkah Anak Indonesia Merdeka Belajar?
Siswa salah satu sekolah dasar di Mimika, Papua. Foto:Dok/Papua60detik
Siswa salah satu sekolah dasar di Mimika, Papua. Foto:Dok/Papua60detik

Papua60detik - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, di tengah suasana pandemi.

Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim mengatakan, proses belajar di masa pandemi ini bukanlah masa yang mudah bagi para pendidik, pelajar dan orang tua.

“Selama lebih dari setahun saya banyak belajar, memahami kesulitan para pelajar yang harus berjibaku melawan berbagai tantangan belajar dari rumah sekaligus memendam kerinduan untuk bertemu dan bercengkrama dengan teman dan sahabat,” kata Nadiem  di Channel YouTube Kemendikbud RI, Minggu (2/5/2021) .

Ia mengaku memahami betul para pendidik yang di tengah berbagai keterbatasan tiada lelah berinovasi, terus bereksplorasi, menggali dan menemukan berbagai jurus guna memastikan pembelajaran dapat terus disampaikan dengan kualitas dan manfaat terbaik.

“Saya pun mendengar keluh kesah dan kiprah para orang tua yang di tengah berbagai kesibukan mampu memainkan berbagai peran. Baik sebagai ayah, ibu, pendidik sekaligus sebagai sahabat bagi putra-putrinya,” ungkapnya.

Namun meski lelah, ia mengajak pendidik, pelajar dan orang tua mengesampingkan sejenak segala keluh kesah untuk membangkitkan semangat menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia.

Menurutnya terlalu lama pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang merupakan bapak pendidikan nasional tidak dimanfaatkan sepenuhnya dan hanya digunakan sebagai slogan-slogan semata.

Pendidikan di dalam Republik Indonesia haruslah menuju arah kebahagiaan batin, serta juga keselamatan hidup pelajar dan esensi mendasar pendidikan haruslah memerdekakan kehidupan manusia.

“Mulai hari ini bahagia maupun nestapa, pemikiran bapak pendidikan Indonesia haruslah kita jiwai dan kita hidupkan kembali, agar semakin lekas tercipta pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, serta terwujud kemerdekaan belajar yang sejati,” ungkapnya.

Ia mengatakan perayaan Hardiknas kali ini adalah sebuah momen yang tepat merefleksikan kembali apa saja yang perlu diperbaiki.

Baginya, lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, namun juga berani menciptakan sejarah baru yang gemilang.

“Saya ingin anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya Kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan merdeka belajar,” tegasnya.

Ia mengklaim, sedang mengupayakan empat perbaikan sistem pendidikan yang siap dikerjakan bersama berbagai elemen masyarakat.

Pertama, perbaikan pada insfrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan prosedur dan pendanaan serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan.

Ketiga, perbaikan kepemimpinan masyarakat dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi dan assessment.

“Sejak saya menjabat dan sampai saat ini, termasuk di masa pandemi sepuluh episode merdeka belajar telah diluncurkan dan masih banyak lagi terobosan-terobosan merdeka belajar yang akan kita lakukan," janjinya

Transformasi yang bermakna ini dikerjakan Kemendikbud agar segala yang membuat bangsa ini jalan di tempat dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan. (Anti Patabang)