Infrastruktur dan Bansos Jadi Sorotan, Dessy Putrika Tampung Keluhan Warga Logpon Iwaka
Papua60detik – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari Partai Demokrat, Dessy Putrika menggelar masa Reses Tahap II di Jalan Poros Logpon SP6, Distrik Iwaka, pada Senin (6/10/2025). Pertemuan dengan konstituen di Dapil 6 yang berlangsung di area pertanian warga ini dibanjiri keluhan mulai dari jalan rusak, rawan banjir, hingga persoalan bantuan sosial (bansos).
Lery Mauri, perwakilan masyarakat Kampung Limau Asry, menyampaikan kondisi kampungnya yang tidak tersentuh pembangunan selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
"Dari tahun ke tahun, Kampung Limau Asry tidak tersentuh. Kami sangat mendesak pembangunan rumah layak huni. Selain itu, kampung kami rawan banjir saat hujan. Jalan-jalan di kampung harus ditalut dan diaspal, terutama jalan perempatan SP5-SP9 yang kondisinya paling parah," tegas Lery.
Ia juga meminta agar area perkuburan ditata rapih dengan dipasang pagar agar ternak tidak masuk, serta penambahan penerangan jalan di wilayah tersebut.
Sementara itu, dari Kampung Naena Muktipura, Lino Siwiriyu menyoroti akses jalan yang vital.
"Jalan perlu ditinggikan, dan yang utama, jalan poros jalur 4-7 belum tersambung sama sekali," kata Lino.
Ia juga meminta perhatian pada potensi produksi sagu di desa yang terhambat anggaran, serta pengawasan terhadap bantuan Otsus yang sering kali salah sasaran penerimanya.
Keluhan mendesak lainnya datang dari Ade Wahyu terkait banjir. Ia meminta adanya pemasangan gorong-gorong karena parit sering tersumbat dan perbaikan drainase dari Simpang 3 hingga Jalur 4. Selain itu, Lapangan Sepakbola Kampung Naena Muktipura diminta untuk segera ditimbun karena becek agar kegiatan pemuda bisa berjalan. Ade juga menyoroti adanya perbedaan kualitas pupuk di kalangan petani.
Masalah infrastruktur jalan yang memprihatinkan juga diungkap warga SP9. Iskandar dari Kampung Wangi Irja meminta agar jalan masuk SP9 ke SP5 segera dibangun.
Bahkan, Bapak Sukina, warga SP9, menyampaikan keluhan pahit. "Jalan di depan rumah saya dari tahun 1997 sampai 2025 masih berlumpur. Kami juga butuh bantuan WC bagi yang belum punya," ucapnya.
Aspirasi juga mencakup sektor keamanan dan pendidikan. Warga Distrik Iwaka mengusulkan agar wilayah mereka dilengkapi dengan Polsek dan Koramil agar masyarakat merasa aman. Selain itu, SD Inpres Timika 6 diminta dibuatkan pagar.
Usulan lain yang disampaikan adalah masalah batas wilayah yang belum selesai, perihal Koperasi Merah Putih, serta permintaan pembangunan sumur bor untuk petani yang dilengkapi panel listrik (bukan genset) agar dapat digunakan saat musim kemarau.
Menanggapi semua aspirasi tersebut, Dessy Putrika memastikan bahwa semua keluhan yang masuk akan dicatat sebagai Pokok-Pokok Pikiran (Pokir).
"Semua usulan ini akan segera kami usulkan kepada Pemerintah Daerah. Jika karena keterbatasan anggaran belum bisa terjawab pada tahun ini, maka akan terus kami perjuangkan dan dimasukkan dalam perencanaan pembangunan untuk tahun-tahun anggaran berikutnya," tutup Politisi Demokrat tersebut. (Faris)