Jeni; Guru dan Kepsek ke Toraja Utara Buat Jalan-Jalan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O Usmani.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O Usmani.

Papua60detik - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O Usmani membenarkan, sejumlah guru dan kepala sekolah akan berangkat ke Toraja Utara pada libur akhir tahun.

Tapi menurutnya, perjalanan itu bukan study tour melainkan liburan dan jalan-jalan. Baiayanya pun menggunakan uang pribadi masing-masing.

"Perjalanan mereka tidak dibiayai pemerintah. Tetapi mereka kumpul uang dan pencarian dana melalui bazar. Termasuk mereka juga datang bawa ke saya dan saya beli.  Jadi opini yang bergulir bahwa dibiayai pemerintah itu tidak betul,” tegas Jeni, Selasa (24/11/2020).

Ia mengatakan, tidak masalah jika guru dan kepsek pergi liburan buat refreshing. Mereka perlu menghilangkan stres dari beban menyiapkan pembelajaran selama pandemi covid-19.

Dan menurutnya, Toraja Utara adalah pilihan yang tepat karena di sana ada negeri di atas awan. Wisata ini hanya ada di Toraja Utara.

“Jadi mereka minta izin ke saya katanya mereka mau refreshing. Dan saya tanya siapa yang bayar? Kalau bayar sendiri silakan pergi saja. Saya juga mau pergi karena rupanya di dunia ini cuma Toraja tepatnya di Toraja Utara yang memiliki negeri di atas awan,” katanya.

Tujuan lain guru-guru dan kepsek berangkat ke Torut lanjut Jeni adalah untuk melihat proses pendidikannya yang tidak diragukan lagi.

“Kalau mutu pendidikan, saya pikir kita harus mengakui yah bahwa di Papua ini orang Toraja banyak dan mereka rata-rata sarjana. Berarti pasti mutunya bagus dong,” ungkapnya.

Jeni yang juga merangkap sebagai Penjabat Sekda ini menegaskan keberangkatan jajarannya ke sana tak ada kaitan dengan politik Pilkada. Jika ada yang berpendapat demikian, menurutnya sangat tidak masuk akal karena yang berangkat bukan hanya guru dan kepsek dari suku Toraja tetapi banyak suku lain dan semua ber-KTP Papua.

“Saya mau tanya dulu? Persyaratan orang memilih apa, musti pake KTP toh. Nah ini mereka pake KTP Papua, jadi tidak bisalah,” tutupnya. (Anti Patabang)