Juli ini, Kemenpora Seleksi Atlet Pusdiklat Cabor Atletik di Timika
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Mimika, Jacob Toisuta. Foto: Burhan/ Papua60detik
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Mimika, Jacob Toisuta. Foto: Burhan/ Papua60detik

Papua60detik - Kabar baik di Juli ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal menggelar seleksi atlet cabor atletik untuk masuk dalam Pusdiklat di Mimika Sport Complex (MSC).

"Dari Kemenpora akan datang seleksi dan pencarian bibit untuk masuk di Pusdiklat. Kemarin tim Kemenpora sudah datang, sekitar tanggal 20 Juli ini mereka datang lagi untuk penjaringan atlet," Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Mimika, Jacob Toisuta, Selasa (12/7/2022).

Disporpar Mimika sendiri bakal ambil bagian sebagai panitia penyelenggara seleksi. 

Pusdiklat ini jelasnya, akan diampu oleh 18 pelatih nasional cabor atletik. Sementara penganggarannya bakal ditanggung PT Freeport Indonesia.

"Saya terima kasih kepada PT Freeport atas kepedulian terhadap olahraga.  Kita bisa lihat, kemarin kelompok umur untuk bola kaki, sekarang masuk di atletik lagi," kata pria yang akrab disapa Yopi ini.

Selain seleksi atlet, Tim Kemenpora katanya juka akan mengadakan pelatihan bagi guru-guru olahraga di Kabupaten Mimika.

Diberitakan sebelumnya, PTFI memang telah sepakat memberikan dukungan penuh untuk Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dalam penyelenggaraan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) desentralisasi atletik Mimika.

Kesepakatan ini tertuang di dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Panjaitan dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas di Jakarta, Rabu (13/04/2022) lalu.

Kegiatan Pelatnas desentralisasi ini akan dilaksanakan di MSC yang selesai dibangun oleh PTFI pada tahun 2017. 

Tony Wenas mengatakan, Papua pernah berjaya di cabang atletik baik di event nasional maupun internasional pada era 1980 sampai 2000. 

"PTFI menyadari banyaknya potensi yang terpendam di Papua. Papua tidak hanya memiliki potensi kekayaan sumber daya alam, tetapi juga potensi dalam bidang olahraga, salah satunya cabang atletik,” ujar Tony. 

Program Pelatnas desentralisasi di Timika akan dievaluasi bersama oleh PB PASI dan PTFI setiap tahun sampai 3 tahun ke depan. 

Luhut optimis program ini akan memberikan hasil positif bagi peningkatan prestasi atletik di Papua. (Burhan)