Kadis Pendidikan Merauke Akui Aktifitas Belajar di Sejumlah Kampung Lumpuh
Papua60detik - Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Papua menyiapkan dua strategi mengatasi persoalan pendidikan di kabupaten tersebut, terutama di wilayah pedalaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Stefanus Kapasiang mengaku telah menyusun dua strategi.
"Saya punya komitmen untuk membenahi masalah pendidikan di Merauke. Memang tidak mudah, tapi kita berupaya pelan-pelan," kata Stefanus, Selasa (5/4/2022).
Stefanus mengungkapkan salah persoalan pendidikan di pedalaman ialah menyangkut kekosongan tenaga pendidik. Masalah ini mengakibatkan aktivitas belajar mengajar di sejumlah kampung menjadi lumpuh.
"Di setiap pemerintahan distrik, ada seksi bidang pendidikan dan kesehatan. Melalui seksi ini, kami akan bekerja sama dengan kepala distrik untuk mengontrol para guru," kata dia.
Melalui kerja sama itu, para guru yang hendak ke kota wajib meminta izin dari kepala distrik. Tentunya dengan alasan jelas dan juga keperluan mendesak atau penting untuk ke kota.
Strategi lain, kata Stef, ialah mendekatkan layanan pendidikan bagi para guru. Mengingat cukup banyak tenaga pendidik yang menempuh jenjang pendidikan tinggi, untuk memenuhi aturan sertifikasi guru.
"Kita akan buka kelas jauh, khusus para guru yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Musamus. Dengan begitu mereka tidak datang ke kota untuk mengikuti perkuliahan," tuturnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Universitas Musamus untuk membuka kelas jauh di Distrik Kimaam, Okaba dan di Muting.
"Bagi guru yang berbulan-bulan tinggalkan tempat tugas tentu diberikan sanksi sesuai aturan. Jika sudah fatal, tentu akan diberhentikan," tandasnya. (Eman Riberu)