Kapendam Sebut Klaim OPM Menyesatkan, Pastikan Dua Korban Bukan Intelijen Militer
TPNPB Kodap XVI Yahukimo membunuh dua orang di wilayah Korowai. Foto: Istimewa
TPNPB Kodap XVI Yahukimo membunuh dua orang di wilayah Korowai. Foto: Istimewa

Papua60detik - Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan menyebut klaim Organisasi Papua Merdeka (OPM) membunuh dua Intelijen militer di Yahukimo merupakan narasi menyesatkan. 

"Menurut informasi yang diperoleh bahwa OPM telah membunuh dua warga sipil, namun dapat dipastikan kedua korban bukan Prajurit TNI, serta bukan intelijen militer," ujar Candra, Senin (22/9/2025). 

Ia bilang, klaim OPM merupakan berita yang tidak benar atau hoax sebagai pembenaran untuk membunuh warga sipil.

"Karena sejatinya OPM adalah penjahat kemanusiaan," katanya. 

Terkait kronologi kejadian, katanya masih ditelusuri karena terbatasnya jaringan komunikasi.

Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyebut telah membunuh dua orang di Yahukimo, Minggu (21/9/2025). 

Sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebut, menuding dua orang itu merupakan agen intelijen militer Indonesia yang sedang beroperasi sebagai penambang emas ilegal di wilayah Korowai. 

Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kopitua Heluka mengatakan, sebelum menembak mati, kedua korban diinterogasi dan mengaku sebagai anggota Komcad d,an Banpol. Katanya, mereka pernah mendapat materi intelijen di Jayapura lalu dikirim ke wilayah zona merah untuk menjadi agen intelijen militer indonesia di Tanah Papua.

Kopitua bilang, aksi penembakan ini dilakukan atas perintah Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjend Elkius Kobak. (Eka)