KBM di SD YPPK Bibikem "Mati" Selama Tiga Tahun, Murid Terlantar
Romo Yustus Erasmus Lim Pr bersama murid SD YPPK Bibikem, Distrik Ilwayap, Kabupaten Merauke. Foto: Dokumentasi pribadi Pastor Yustus
Romo Yustus Erasmus Lim Pr bersama murid SD YPPK Bibikem, Distrik Ilwayap, Kabupaten Merauke. Foto: Dokumentasi pribadi Pastor Yustus

Papua60detik - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD YPPK Bibikem, Distrik Ilwayap, Kabupaten Merauke, Papua 'mati' alias tidak berjalan selama tiga tahun, akibatnya anak-anak terlantar. 

Kondisi yang memprihatinkan itu dilaporkan oleh salah seorang imam Katolik, Romo Yustus Erasmus Lim Pr yang bertugas di wilayah Ilwayap. 

Pastor Yustus mengungkapkan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dihentikan pada 2019 lalu, yang mana pada saat itu terjadi pandemi Covid-19. 

"Selain tidak ada aktivitas, kondisi bangunan juga sangat memprihatinkan, sudah termakan usia. Rumput tinggi kelilingi sekolah," kata Romo Yustus, Senin (31/1/2022). 

Kepala sekolah dan para guru tidak pernah mendatangi sekolah tersebut sejak 2019. 

"Masyarakat di Bibikem mengeluhkan hal ini. Anak-anak tidak bisa sekolah, bahkan ada yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMP," ungkapnya.

Persoalan di SD YPPK Bibikem sebenarnya sudah diketahui oleh Dinas Pendidikan Merauke, bahkan kepala dinas sudah tiga kali mengunjungi sekolah tersebut. Hanya saja hingga kini tidak ada tindak lanjut. 

"Yayasan juga sudah menyampaikan ke dinas, tapi sampai sekarang kondisi sekolah masih memprihatinkan," tuturnya.

Menurut laporan warga, kata Pastor Yustus, jumlah murid di sekolah tersebut lebih dari 100 orang. Anak-anak asli Papua di kampung itu kehilangan hak pendidikannya setelah sekolah tersebut lumpuh dalam tiga tahun terakhir. 

"Anak-anak kelas enam tidak mengikuti ujian akhir, sehingga tidak bisa lanjut ke SMP. Sementara anak-anak kelas satu hingga lima, terlantar karena tidak ada aktivitas sekolah," ujarnya. 

Ia berharap persoalan di SD YPPK Bibikem segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan setempat. (Eman Riberu)