Kehabisan Bama, Guru di Alama Terpaksa Turun
Papua60detik - Proses kegiatan belajar mengajar atau KBM di SD Inpres Bela Alama di Distrik Alama Kabupaten Mimika Papua Tengah kembali aktif sejak Agustus 2023.
Sebelumnya sekolah itu terhenti pasca peristiwa penyanderaan Pilot Susi Air pada awal tahun lalu.
Sekretaris Distrik Alama Arianus Katagame mengatakan, para guru yang mengajar di SD tersebut pada Rabu (4/10/2023) lalu harus kembali ke Timika lantaran kehabisan bahan makanan.
"Sudah masuk selama 3 bulan sejak Agustus, tapi tiga hari ini guru-guru ada turun lagi karena kehabisan bahan makanan," ujar Arianus, Sabtu (7/10/2023).
Dulu pesawat subsidi yang melayani pengangkutan guru dan bahan makanan, lalu setelah peristiwa penyanderaan pilot, layanan pesawat subsidi pun terhenti. Dinas Pendidikan harus carter helikopter sebagai pengganti untuk mengangkut bama dan guru.
"Sekitar 3 minggu (guru) sudah kehabisan bama, akhirnya para guru makan pangan lokal sambil menunggu kiriman dari Dinas, tapi tunggu lama belum ada akhirnya para guru turun lagi," jelasnya.
Para guru tersebut turun ke Timika menumpang helikopter dari Dinas Kesehatan yang kebetulan ada di sana.
"Guru turun ikut dengan helikopter dari Dinas Kesehatan. Mereka numpang itu. Jadi guru hari Rabu turun dan kepala sekolah bilang dia sudah lapor dan koordinasi dengan Dinas mungkin Minggu depan naik lagi dengan bama sekalian," paparnya.
Ia mengatakan, kendala utama Distrik Alama saat ini adalah transportasi.
Padahal berdasarkan hasil Musrenbang Distrik Alama, disepakati untuk perumahan guru yang harusnya di tahun ini sudah dibangun.
"Perumahan guru ini juga sampai sekarang tinggal dua bulan ini belum ada tanda-tanda. Perumahan untuk guru itu harusnya tahun ini sudah dibangun, pembangunan rumah itu sudah diusulkan sejak 2022 melalui Musrenbang dan itu memang sudah diprogramkan," pungkasnya. (Eka)