Kembali Belajar di Sekolah, Ini Kata Orang Tua dan Siswa
Papua60detik - Keputusan Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan izin bagi sekolah untuk melakukan proses belajar tatap muka di sekolah secara terbatas disambut gembira oleh siswa dan juga orang tua.
Feni salah satu orang tua siswa SD Negeri 3 Mimika mengatakan, belajar di sekolah membuat beban orang tua berkurang. Pasalnya selama belajar di rumah, orang tua mendapat pekerjaan tambahan, yakni jadi guru.
Selain itu BDR juga membuat anak malas belajar. Mereka lebih banyak bermain sehingga tak jarang ada anak yang sudah tidak tahu menghitung dan membaca.
“Saat pemerintah bolehkan belajar tatap muka saya langsung setuju supaya anak-anak lebih diperhatikan sama guru. Dan lebih rajin belajar, kalau di rumah mereka pamalas,” katanya saat ditemui di halaman SDN 3 Mimika, Senin (4/10/2021).
Kegembiraan kembali belajar di sekolah juga diungkapkan Jeremia Pakage dan Kristian Angelo Rahayaan.
Kedua siswa SDN 3 Mimika ini mengatakan senang bisa kembali belajar di sekolah karena bisa kembali bertemu dengan teman-temannya.
Jeremia Pakage menilai belajar di rumah susah, karena tidak mendapat penjelasan langaung dari guru.
“BDR metode offline, jadi mama datang ambil materi di sekolah baru dikerjakan di rumah. Mama yang ajar,” kata Jeremia.
Siswa kelas VI ini mengatakan cara mengajar mamanya dengan guru di sekolah berbeda.
Hal yang sama diungkapkan Kristian Angelo Rahayaan, siswa kelas V ini mengatakan senang bisa kembali ke sekolah karena bisa kembali bermain dan belajar bersama dengan teman-teman.
“Kalau di rumah belajar sendiri. Kalau di sekolah bisa belajar dengan teman. Lebih paham kalau belajar di sekolah,” ungkapnya.
Meski Pemda Mimika sudah membolehkan belajar tatap muka, namun beberapa sekolah belum melakukannya karena alasan tertentu. Mereka tetap memilih belajar dari rumah. (Anti Patabang)