KNPB di Timika Unjuk Rasa Membawa Salib Merah
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika demonstrasi damai di Bundaran Petrosea Jalan Cenderawasih Timika, Senin (3/8/2026). Foto: Eka/ Papua60detik
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika demonstrasi damai di Bundaran Petrosea Jalan Cenderawasih Timika, Senin (3/8/2026). Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika demonstrasi damai di Bundaran Petrosea Jalan Cenderawasih Timika, Senin (3/8/2026).

Peserta aksi tampak membawa kayu salib merah sebagai simbol penolakan terhadap militerisme di tanah Papua seperti isu utama unjuk rasa mereka.

Orator unjuk rasa menyebut, sudah sekitar 125 ribu pengungsi akibat konflik bersenjata di Papua. Hal itu mengakibatkan penderitaan terutama pada kelompok rentan, anak putus sekolah, lansia sakit, dan trauma psikis.

Untuk mengantispasi unjuk rasa KNPB, aparat kepolisian di Timika menyiagakan ratusan personel.

Usai apel pengamanan di Graha Eme Neme Yauware Senin pagi, sejumlah aparat langsung ditugaskan melakukan penyekatan di titik-titik yang dianggap sebagai pintu berkumpulnya massa.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak sebelumnya menegaskan sikap penolakan terhadap unjuk rasa tersebut.

Menurutnya, meski aksi itu diklaim sebagai demonstrasi damai untuk menyuarakan penolakan terhadap keberadaan militer di tanah Papua, pihak kepolisian tidak memberikan izin. Katanya, KNPB tak terdaftar di Kesbangpol sebab itu tak punya ruang bersuara di Timika. (Eka)