Kwamki Narama, Polisi Minta Keluarga Korban Tak Lakukan Aksi Balasan
Papua60detik – Kepolisian Sektor Kwamki Narama mengimbau keluarga almarhum Jaren Wamang Magai (sebelumnya disebut berinisial JIU) untuk menahan diri serta tidak melakukan aksi balasan.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan pihaknya bersama jajaran Polres Mimika telah melakukan pertemuan dengan keluarga korban dan para tokoh masyarakat sebagai langkah pendekatan persuasif guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
"Pada prinsipnya kami meminta seluruh tokoh masyarakat berperan aktif mengendalikan warga. Penanganan kasus pembunuhan almarhum Jaren Wamang Magai sepenuhnya diserahkan kepada pihak Kepolisian karena ini merupakan tindak pidana murni," ujar Kapolsek, Rabu (5/8/2026).
Katanya, penyidik telah mengantongi identitas sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Ia meminta tidak mengaitkan peristiwa tersebut dengan konflik yang sebelumnya telah diselesaikan melalui prosesi perdamaian.
"Perdamaian telah dilakukan dan ditandatangani oleh tokoh dari kedua belah pihak. Kami berharap tidak ada pihak yang mengembangkan isu seolah-olah kasus ini merupakan perang suku. Biarkan proses hukum berjalan sesuai ketentuan," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, keluarga almarhum menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pihak Kepolisian. Di antaranya meminta bantuan bahan makanan disalurkan langsung ke rumah duka serta meminta pagar yang dibangun oleh Kelompok Newegelan segera dibongkar.
Selain itu, keluarga berencana menggelar pertemuan untuk membahas persoalan tersebut. Hasil kesepakatan nantinya akan diumumkan secara terbuka di lokasi bekas pertikaian agar diketahui oleh pihak kepolisian maupun emerintah.
Iptu Yusak menjelaskan, pertemuan dengan keluarga korban turut didampingi Waemum Naop Dang sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi agar masyarakat tidak terpancing melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan.
"Seluruh aspirasi masyarakat akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti. Namun kami juga mengharapkan adanya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban sehingga situasi di Distrik Kwamki Narama tetap aman dan kondusif," pungkasnya.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan puluhan anak panah menancap di sekujur tubuhnya pada Sabtu (1/8/2026) malam.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku.
Kapolres bilang, aksi tersebut sebagai tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan. Menurutnya, kondisi korban yang dipenuhi puluhan anak panah menunjukkan unsur kekejaman yang tidak bisa ditoleransi.
"Saya tidak akan bernegosiasi. Saya akan tangkap pelakunya. Saya tidak toleransi terhadap pembunuhan. Kalau melihat kondisi korban dibunuh seperti itu, itu biadab. Sampai puluhan anak panah menancap di tubuh korban, berarti ada kekejian di sana dan itu tidak akan saya toleransi," ujar Kapolres, Minggu (2/8/2026).
Kapolres memastikan seluruh pelaku akan diburu dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia juga mengimbau keluarga korban maupun kelompok masyarakat agar tidak melakukan aksi balas dendam atau main hakim sendiri. (Eka)