Lomba Cerita Rakyat Tak Digelar Tahun ini, Diganti Workshop
Papua60detik - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika menggelar workshop cerita rakyat bagi guru-guru Sekolah Dasar (SD).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika Jacob Toisuta mengatakan workshop ini sebagai pengganti perlombaan cerita rakyat yang tak digelar tahun ini.
Sebagai pengganti, workshop cerita rakyat dilaksanakan untuk mendukung kegiatan perlombaan tingkat nasional yang diadakan setiap tahun.
"Perlombaan cerita rakyat ini kan ada lombanya mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Dua tahun ini kita tidak ikut karena covid," ucapnya.
Yacob menambahkan dalam workshop diberikan materi tentang aturan dan mekanisme perlombaan cerita rakyat.
Menurutnya cerita rakyat berpengaruh besar terhadap budaya literasi bagi anak-anak. Sebab anak-anak disuguhkan dengan beragam cerita yang menarik untuk dibaca. Selain itu dari segi pendidikan, di dalam cerita rakyat, penuh akan pendidikan karakter.
"Pendidikan karakter ini begitu penting bagi anak-anak sebab jika sudah dewasa sulit pendidikan ini diberikan, jadi belajar atau membaca dongen serta cerita rakyat ini penuh dengan nilai pendidika karakter yang harus kita tanamkan sejak dini," paparnya.
Sementara itu, Assisten III Setda Mimika Hendriette Tandiono mengatakan, cerita rakyat yang merupakan bagian dari kebudayaan yang penting karena berhubungan dengan karakter bangsa dan daerah.
"Workshop ini penting artinya bagi kami Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika untuk ikut menjaga budaya bangsa secara khusus Papua yang dilaksanakan di sekolah-sekolah," tutupnya. (Fachruddin Aji)