Masih Banyak Lulusan Nganggur, 35 Guru SMK Dimagangkan di IPN PT Freeport
Papua60detik - Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) PT Freeport Indonesia membuka program magang untuk guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Kabupaten Mimika angkatan ke III di Kuala Kencana, Jumat (21/7/2023).
Magang diikuti sebanyak 35 guru dari 7 SMK di Mimika yang akan berlangsung 24 Juli hingga 8 Agustus 2023.
VP Community Relation PTFI Engel Enoch mengatakan, program magang ini dibuka atas dasar komitmen bersama dan kolaborasi PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai industri dan dunia pendidikan.
Menurutnya, PTFI dalam hal ini posisinya sebagai laboratorium pembelajaran, yang mana didalam operasinya begitu banyak hal yang dilakukan.
"Dalam dunia pendidikan, guru-guru magang ini perlu untuk bisa melihat langsung apa yang terjadi di perusahaan. Ini adalah bagaimana kita menghubungkan kemudian kita match kan dengan apa yang terjadi di sekolah itu sendiri proses yang terjadi di sekolah dan di perusahaan," katanya.
Ia berharap, dari proses magang ini, para guru menjadi agen perubahan yang mampu menyesuaikan pendidikan di sekolah dengan kondisi di perusahaan sebagai pasar kerja.
"Kolaborasi ini harus berjalan terus," katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Fransiskus Bokeyau mengatakan bahwa menurut undang-undang nomor 20 tahun 2023 pasal 5, SMK mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional.
"Namun pada kenyataannya banyak lulusan SMK tidak bekerja atau menganggur, dan salah satunya karena kurang pengalaman industri," ungkapnya.
Sebab itu, para guru SMK perlu belajar dan mendapatkan pengalaman di perusahaan industri seperti PTFI dan IPN.
"Karena apa yang telah diprogramkan oleh PTFI adalah untuk meningkatkan kualitas bapak ibu dalam rangka mempersiapkan anak-anak memasuki dunia kerja. Dengan demikian magang guru ini dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah bahkan di tengah-tengah kehidupan warga Mimika," pungkasnya. (Eka)