MKKS Desak Satgas Covid-19 Mimika Rincikan Data Siswa Terpapar
Ketua MKKS SMK Mimika, John Lemauk. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Ketua MKKS SMK Mimika, John Lemauk. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Salah satu alasan Pemerintah Kabupaten Mimika belum mengizinkan sekolah kembali membuka proses belajar tatap muka di tahun 2021 ini adalah tingginya kasus covid-19 di kalangan pelajar.

Satgas Covid-19 Mimika mencatat sudah 243 pelajar yang terpapar covid. Angkanya lebih tinggi dibanding tenaga kesehatan, 175 kasus. Padahal tenaga kesehatan masuk kategori risiko tinggi.

“Pembatasan skala kecil seperti tidak diperbolehkan sekolah tatap muka. Kenapa demikian karena secara kumulatif jumlah pelajar yang terpapar covid-19 dari jumlah kumulatif kasus itu jumlah pelajar lebih banyak dibandingkan tenaga kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubara, Selasa (11/1/2021) lalu.

Pernyataan ini membuat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK kaget, pasalnya selama ini mereka tidak pernah mendapat informasi jika ada siswanya yang terpapar.

Apalagi pernyataan itu hanya menyebut angka tanpa rincian satuan pendidikannyam

“Misalnya 243 siswa ini, SMK berapa SMA berapa SMP berapa dan SD berapa. Ini harus jelas karena kami ada di Provinsi, pada saat berita ini keluar banyak sekali pengaruhnya,” tegas Ketua MKKS SMK, John Lemauk, Rabu (27/1/2021).

Ia mengatakan sejak informasi ini tersebar, MKKS Mimika disoroti dan terus dihujani pertanyaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua. Mereka dianggap tidak memperhatikan siswa.

“Karena tidak ada penjelasan tadi. Hal ini membuat kami sampai sekarang masih terus ditunggui informasi dari Provinsi. Berapa siswa SMA dan SMK yang terpapar,” ungkapnya.

John yang juga merupakan Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Mimika mengatakan sejak beredarnya pernyataan ini, ia sudah dua kali melakukan pertemuan dengan Kadis Kesehatan Mimika untuk meminta data terperinci siswa yang terpapar covid-19 agar secepatnya bisa melaporkannya ke Dinas Pendidikan Provinsi Papua. (Anti Patabang)