Mungkinkah Kembali Belajar di Kelas dalam Waktu Dekat?
Papua60detik - Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK, John Lemauk berpendapat proses belajar dari rumah tidak berjalan optimal.
Siswa kurang mempedulikan tugas yang diberikan guru dan beranggapan sedang libur karena tidak bertatap muka dengan guru mata pelajaran.
“Jadi memang tidak maksimal. Tidak optimal tapi kita pihak sekolah tetap meminta mereka untuk kumpul tugas karena itu yang akan kita nilai. Tugas yang diberikan memang kita sesuaikan dengan situasi saat ini, tidak berat,” katanya, Senin (16/11/2020).
John berharap, setelah libur, tahun ajaran semester genap yang dijadwalkan dimulai pada Januari 2021 mendatang bisa dilakukan dengan metode tatap muka. Libur sendiri akan dimulai setelah pemberian nilai pada ujian semester ganjil di awal Desember.
Menurutnya, belajar tatap muka adalah kerinduan semua guru, orang tua. Hampir semua siswa pun sudah sangat merindukan belajar di ruang kelas seperti dulu.
Situasi covid-19 di Mimika katanya, sudah sangat memungkinkan sekolah melakukan metode tatap muka. Namun ptotokol kesehatan harus tetap ketat.
“Semoga awal semester depan sudah bisa. Ini kerinduan kita semua supaya proses belajar ini bisa kembali, kita merasa banyak yang ketinggalan. Saya rasa semua sekolah sudah siap,” ungkapnya.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jenni O Usmani berpendapat pandemi tak bisa diprediksi. Ia mengaku tak mau mengambil risiko yang timbul ketika metode tatap muka diterapkan kembali.
"Di semua jenjang pendidikan, menteri itu saja tidak berani memutuskan apakah belajar tatap muka atau tidak, apalagi seorang kepala dinas," tegasnya.
Jenni juga mempertanyakan apabila nantinya terjadi klaster baru, siapa yang akan bertanggung jawab. Pastinya, kata Jenni adalah institusi yang memberikan izin.
"Masyarakat bebas berpendapat, tetapi kalau ada masalah, maka institusi yang memberi perintah yang pasti bertanggung jawab," sambungnya.
Pemkab Mimika sebenarnya sudah merecanakan pembelajaran tatap muka beberapa waktu lalu. Karena kembali meningkatnya jumlah kasus, hal tersebut pun urung dilaksanakan.
"Kemarin sudah kita coba petakan dan bagi, tetapi karena naik kasusnya, kita takut. Kita tidak tahu juga imun anak itu seperti apa. Terlebih lagi tidak ada tes covid massal di Mimika," paparnya. (Anti Patabang/Fachruddin Aji)