Nawaripi Canangkan Desa Wisata dan Religi di Mimika
Papua60detik - Kabupaten Mimika yang kini sudah berumur 25 tahun memang masih kekurangan tempat wisata. Satu-satunya wisata resmi yang dimiliki hanya Wisata Mangrove di Pomako.
Namun, harapan besar masyarakat untuk memiliki tempat wisata strategis kini akan segera hadir.
Pemerintah daerah melalui Kampung Nawaripi akan membangun desa wisata yang di atas lahan seluas 35 hektar. Lokasinya dihibahkan masyarakat tiga kampung yakni Koperapoka, Nawaripi dan Nayaro di mile 21 yang ditandai peletakan batu pertama, oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, Selasa (18/01/2022).
Di lokasi wisata tersebut, pemerintah kampung merencanakan akan membangun danau yang bisa digunakan untuk festival tahunan lomba dayung dan tempat pemancingan ikan.
“Jadi nanti kita bisa laksanakan lomba dayung disini karena kebetulan masyarakat kitakan suka dayung yah,” tutur Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun.
Selain itu juga akan dibangun gedung Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengakomodir warga tiga kampung, pasalnya BLK yang dimiliki Kampung Nawaripi saat ini masih gedung ala kadarnya.
Di tempat ini juga bakal dibangun destinasi religi Goa Bunda Maria yang bisa jadi wisata rohani bagi umat Katolik.
“Kita di Mimika belum ada Goa Maria untuk wisata rohani. Doakan supaya ini bisa berjalan baik supaya harapan kita bisa terjawab,” ungkapnya.
Pembangunan tempat wisata ini ditargetkan akan selesai tahun ini. Dan dana yang digunakan dalam pembangunan ini adalah Alokasi Dana Desa (ADD).
Insiatif baik Kampung Nawaripi ini mendapat apresiasi dan dukungan dari Wakil Bupati, Johannes Rettob serta Ketua Lemasko, Gergorius Okoare.
Menurutnya keputusan Kepala Kampung Nawaripi dan masyarakat tiga kampung patut menjadi contoh bagi masyarakat Mimika lainnya.
“Ini inisiasi yang luar biasa dari kepala kampung yang tujuannya cuma satu yakni bagaimana tetap mempertahankan tanah ini menjadj tetap milik masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan dengan menghibahkan tanah merupakan bukti jika masyarakat Mimika tetap memegang teguh pesan almarhum bapak uskup Mimika, John Saklil untuk “ masyarakat tidak hidup dengan menjual tanah. Tetapi hidup dengan mengelola tanah," ungkap Jhon.
Ia berharap dalam proses pembangunan kampung wisata ini, masyarakat bisa bekerja sama. Tidak terjadi keributan agar pembangunannya bisa segera selesai.
“Saya berharap masyarakat tiga kampung ini tetap dilibatkan dalam semua usaha-usaha di tempat wisata ini. Kita jangan datangkan dari luar. Kita berikan tempat dan partisipasi dari mereka dulu untuk mengelola wisata ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lemasko, Gery Okoare juga mengapresiasi langkah Kepala Kampung Nawaripi yang dinilainya luar biasa.
“Ini kepala kampung sangat luar biasa, kami berikan apresiasi yang bisa menciptakan suatu konsep, perubahan untuk tiga kampung ini,” tutupnya. (Anti Patabang)