Pakai Dana Desa, Pemkam Nawaripi Bangun Empat Rumah Layak Huni
Papua60detik - Gunakan anggaran Rp500 juta yang bersumber dari Dana Desa tahun 2024 , Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wanita bangun empat rumah hunian untuk masyarakat Orang Asli Papua yang berlokasi di Jalan Yohanes Aikawe, mile 21.
Rumah tersebut diserahkan secara resmi kepada masyarakat usai Bupati Mimika, Johannes Rettob gunting pita peresmian pada Jumat (03/10/2025).
Baca Juga: Pemkab Mimika Berlakukan WFH Setiap Jumat
Pada kesempatan tersebut, Ketua BUMDes Kampung Nawaripi, Rafael Taorekeyau, menegaskan rumah adalah simbol stabilitas keluarga dan ketahanan sosial. Menurutnya penyerahan empat unit rumah adalah awal yang kecil dan akan dilanjutkan upaya lebih besar ke depan.
Mewakili masyarakat ia menyampaikan harapan kepada YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PTFI dan juga kepada pemerintah untuk memberdayakan suku asli Amungme dan Kamoro, memprioritaskan pembangunan di kampung Nawaripi.
"Kami masyarakat kampung Nawaripi punya aspirasi, kami minta Bupati untuk bisa menambah lagi beberapa unit rumah. Supaya masyarakat bisa menempati dan menjaga dusun mereka di tanah adat ini," kata Rafael.
Ia berpesan kepada masyarakat yang sudah menerima rumah tersebut untuk menjaga dan tidak menjualnya ke orang lain.
Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya menekankan pentingnya tindakan nyata dalam menanggapi permintaan masyarakat. Ia menghargai peran pemerintah desa dan berjanji tahun ini akan membangun 10 unit rumah dan tahun depan akan bertambah lagi secara bertahap.
Selain itu, Bupati juga akan memperhatikan kebutuhan lainnya mulai dari listrik dan air bersih. Ia juga mengingatkan agar tanah yang ada tidak dijual dengan sembarangan sehingga kehidupan masyarakat dapat terjamin.
"Kita harus hidup di tanah ini, memiliki hak tanah dan mengolah tanah ini dengan baik. Ini sangat penting bagi kita, kita lihat di kota sudah tidak ada lagi, masyarakat hanya sedikit yang tinggal di rumahnya, sudah orang lain yang punya. Jadi jangan sering jual-jual rumah," pungkasnya. (Martha)