Program Bank Sampah Distrik Miru Sudah Hasilkan Cuan Puluhan Juta
Kepala Distrik Mimika Baru, Joel D Luhukay, foto: Martha/ Papua60detik
Kepala Distrik Mimika Baru, Joel D Luhukay, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Kepala Distrik Mimika Baru, Joel D Luhukay menyebut program bank sampah terbukti memberi dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan sejak dilaunching enam bulan lalu.

"Setelah enam bulan, baru tiga bulan berjalan efektif dan kita beli sampah dari masyarakat. Itu selama tiga bulan pembelian sampah dari masyarakat bisa mencapai sekitar Rp20 juta," ujar Joel saat diwawancarai, Jumat (20/02/2026). 

Uang hasil penjualan lansung dimasukkan ke BNI sebagai mitra dan memutar kembali guna biaya operasional program. Pihak Distrik akan memberikan nota hasil timbangan sampah dari masyarakat ke BNI. Selanjutnya, pihak bank akan debet ke rekening yang tertera milik masyarakat. 

"Kalau rajin, mereka banyak dapatnya. Bahkan di tiga bulan ini, ada satu orang yang dapat berapa juta itu. Apalagi pas tahun baru itu, banyak botol minuman kan, bisa dikumpul jadi uang," terangnya. 

Ke depan, apabila volume sampah meningkat, Joel berencana akan mengolah langsung sampah. Petugas akan dikirimkan mengikuti pelatihan ke luar daerah untuk diterapkan secara bertahap di Timika. Sementara ini, Distrik Miru membeli sampah dari masyarakat, mengumpulkannya di belakang kantor sebelum menjualnya ke pengusaha bernama Ilham. 

"Ini masih bertahap. Kita juga akan buka di setiap lurah, supaya masyarakat lebih mudah, misalnya mau bentuk tim sampah di setiap lurah atau lingkungan, silakan di sana. Nanti ketua kelompok yang atur," pungkasnya.

Namun, meskipun sudah berjalan efektif, Joel mengaku masih banyak warga yang bandel dan membuang sampah sembarangan. Bahkan, beberapa TPS yang sempat ditutup, kini kembali digunakan warga. Padahal sudah diimbau agar petugas saja yang datang jemput di depan rumah masing-masing. 

Selama ini, dari temuan petugas, masih banyak sampah dibuang di selokan. Ia pun mengingatkan, sampah yang tertumpuk di selokan pasti akan mengakibatkan banjir dan yang terdampak warga sendiri. 

"Ada beberapa titik TPS yang ada dalam kota mungkin mereka bawa ke situ, tapi tempat lain jangan lagi. Taruh di depan rumah, dipilah, nanti kita jemput. Kita ada nomor telepon asal dihubungi saja," tambahnya. (Martha)