PT Freeport Bangun Gedung Pusat Sains di Kampus Uncen
Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menunjukkan komitmennya di bidang pendidikan dengan membangun satu unit gedung Pusat Sains dan Kemitraan di Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen)
Bukti komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Presiden Direktur, PTFI Tony Wenas dan Rektor Uncen, DR Apolo Safanpo di Hotel Rimba Papua, Selasa (5/4/2022).
Gedung tiga lantai yang akan dibangun ini memiliki luasan total bangunan sebesar 2.765 meter persegi, luas lantai dasar 630 meter persegi, luas lantai 2 sebesar 570 meter persegi, luas lantai 3 sebesar 870 meter persegi, luas auditorium sebesar 320 meter persegi dan luas lantai rooftop sebesar 375 meter persegi.
Bangunan ini nantinya akan menyediakan 18 buah ruang kelas, 1 ruang dosen, dan 1 auditorium berkapasitas 230 orang, lantai rooftop yang dijadikan sebagai area penempatan panel surya yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa.
Gedung ini dibangun dengan konsep green building, mengusung prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan.
"Ditargetkan selesai 18 bulan. Segera kita mulai, total anggarannya Rp42 miliar. Mudah-mudahan selesai lebih cepat," kata Tony Wenas.
Gedung ini, katanya bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PTFI yang memang concern di bidang pendidikan kesehatan ekonomi berbasis kerakyatan dan infrastruktur
Tony berharap, gedung ini mampu mengakselerasi proses belajar mengajar, termasuk juga penelitian, pengabdian masyarakat sesuai tri darma perguruan tinggi di Uncen.
"Intinya adalah agar proses belajar mengajar ini jadi lebih terfasilitasi, supaya lebih banyak mahasiswa, lebih banyak ilmu yang didapatkan, lebih banyak lulusan berkualitas dan tentu saja kita sebagai industri bisa menggunakannya," katanya.
Kerja sama PTFI dan Uncen bukan hal baru. Kemitraan dua institusi ini telah dimulai sejak tahun 1995.
PTFI adalah perusahaan tambang yang mengandalkan tekhnologi tinggi. Dan di Papua, Uncen adalah center of exellence. Keterkaitan kebutuhan antara industri dan perguruan tinggi ini yang mendorong PTFI dan Uncen banyak kolaborasi.
DR Apolo Safanpo mengakui Uncen saat ini memang masih terbatas dalam daya tampung mahasiswa. Setiap tahun, calon mahasiswa yang daftar di Uncen sampai 12.000 orang, tapi karena keterbatasan kelas yang diterima hanya 4.000-an.
"Semoga ini menjadi tanda kehadiran PT Freeport Indonesia di dalam kampus untuk membantu pemerintah dan masyarakat untuk menghadirkan layanan pendidikan tinggi di Tanah Papua," katanya.
Dengan 18 tambahan ruang kelas, gedung ini akan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan pendidikan tinggi. Rencananya, gedung ini dikhususkan bagi pendidikan pasca sarjana Uncen. (Burhan)