Ramadan Tahun ini: Tarawih Berjamaah dengan Protokol Kesehatan Ketat
Jamaah Tarawih perdana Masjid Agung Babussalam Timika, Senin (12/4/2021) malam. Foto: Fachruddin Aji/Papua/60detik
Jamaah Tarawih perdana Masjid Agung Babussalam Timika, Senin (12/4/2021) malam. Foto: Fachruddin Aji/Papua/60detik

Papua60detik - Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan Ramadan 1442 H jatuh pada Selasa 13 April 2021.

Dilansir dari situs resmi www.kemenag.go.id Keputusan ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam telekonferensi pers usai Sidang Isbat Awal Ramadan 1442H, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jln. MH Thamrin, Jakarta, (12/4/2021)

Yaqut mengatakan keputusan tersebut diambil secara mufakat, setelah peserta sidang mendengarkan laporan hasil rukyat (pemantauan) hilal dan memperhatikan perhitungan hisab (astronomis).

“Peserta Sidang Isbat secara mufakat bersepakat bahwa 1 Ramadan jatuh pada esok hari, Selasa, 13 April 2021,” tuturnya

Secara astronomis, pada hari pelaksanaan rukyat, 12 April 2021,  saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 2 derajat 37 menit hingga 3 derajat dan 36 menit.

Data astronomis (hisab) ini kemudian dikonfirmasi melalui rukyatul hilal yang dilakukan pada 88 titik di 34 provinsi di Indonesia.

Menag menambahkan setidaknya ada 13 petugas rukyat yang menyampaikan kesaksiannya di bawah sumpah hakim Pengadilan Agama setempat bahwa mereka melihat hilal.

Menyambut keputusan itu, Masjid Agung Babbussalam melaksanakan salat tarawih perdana pada Senin (11/4/2021) malam.

Pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan. Tim gugus tugas Masjid Agung Babusalam dengan sangat teliti mengawasi para jamaah yang datang melaksanakan Salat Tarawih.

Setiap jamaah yang datang ke masjid diminta mengambil air wudhu. Saat akan masuk ke masjid jamaah harus  menggunakan hands sanitizer.

Bagi jamaah yang tidak membawa masker, tim gugus tugas menyediakan masker yang harus dipakai selama salat. Selain itu para jamaah menjaga jarak sesuai garis yang sudah disediakan.

Ketua DKM Babusalam H Akhir Iribaram meminta para jamaah semua mematuhi protokol kesehatan seperti imbauan pemerintah.

"Kita tidak boleh takabur memang ada sebagian orang tidak percaya dengan adanya virus ini tapi ini semua atas kuasa Allah. Oleh sebab itu marilah kita saling menjaga kesehatan agar terhindar dari virus tersebut," tuturnya.

Iribaram mengucapkan terima kasih ke pemerintah khususnya Pemkab Mimika yang telah mengizinkan pelaksanaan Salat Tarawih dan ibadah lainnya di masjid.

Masjid Babusalam, katanya, akan tetap mengutamakan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah selama Bulan Ramadan.

"Kami sangat bahagia karena tahun lalu tidak diizinkan tetapi tahun ini sudah diizinkan dan tetap mengutamakan protokol kesehatan," ungkapnya. (Fachruddin Aji)