Realisasi Program Kerja GKI Klasis Mimika Hanya 49 Persen
Papua60detik - Pademi covid-19 berdampak buruk terhadap program kerja (proker) yang direncakan Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Mimika di tahun 2020 lalu.
Hasil akhir proker yang dijalankan lima komisi GKI Kalsis Mimika hanya 49 persen yang terealisasi. 51 persen tidak berjalan karena terkendala pandemi covid-19.
Lima komisi itu antara lain, Komisi Pelayanan Jemaat, Komisi Pekabaran Injil, Komisi Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Komisi Diakonia atau Pelayanan Kasih dan Komisi Pendidikan
Ketua GKI Klasis Mimika, Pdt Lewi Sawor mengatakan pencapaian ini sangat jauh dari pencapaian di tahun-tahun sebelumnya yang bisa sampai 90-95 persen.
“Kita mau katakan kegagalan juga tidak sebab memang kita dibatasi jadi hanya memang tidak ada waktu untuk kita melakukan eksekusi saja. Situasi normal pada tahun 2019 yang dievaluasi di tahun 2020 itu biasanya proker yang berjalan masih bisa 90-95. Itu relatif dan rata-rata seperti itu umumnya,” kata, Pdt Lewi saat ditemui disela Raker ke-IV GKI Klasis Mimika di GKI Viadolorosa, Jumat (19/2/2021).
Ia mengatakan dari lima komisi ini semuanya memiliki proker yang tidak berjalan. Seperti Komisi Pendidikan yang biasanya melakukan olimpiade sains, matematika dan Bahasa Inggris, namun karena pandemi sehingga ditiadakan di tahun 2020.
Ia menyadari melaksanakan rencana program kerja tidak bisa dipaksakan. Pandemi covid-19 bukan hanya melanda Mimika atau Indonesia saja, tetapi hampir semua negara.
Meski memberi dampak buruk terhadap realisasi proker, namun menurutnya pandemi justru memberi hal yang baru yakni mengajarkan gereja menemukan sesuatu yang baru dalam pelayanan yakni ibadah melalui live streaming atau daring.
“Jadi hal ini bukan hanya bermanfaat di saat seperti saat ini tapi juga nanti ketika situasi sudah normal. Misalnya lansia yang sudah tidak bisa pergi gereja atau jemaat yang sedang sakit mereka bisa ikut ibadah melalui virtual,” jelasnya. (Anti Patabang)