Sebab Apa Perguruan Tinggi Di Timika Minim Peminat?
Zoom meeting STKIP Hermon dengan tim asesor BAN-PT, Selasa (16/2/2021). Foto: Anti Patabang
Zoom meeting STKIP Hermon dengan tim asesor BAN-PT, Selasa (16/2/2021). Foto: Anti Patabang

Papua60detik - Setiap tahun, sebagian besar lulusan SMA-SMK di Kabupaten Mimika yang melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi (PT) lebih memilih keluar daerah dibandingkan di Timika sendiri.

Padahal sebagian program studi yang mereka pilih juga ada di Timika, seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dan telah terakreditasi oleh BAN-PT.

Menanggapi hal ini pun, Asesor BAN-PT, Bernadeta M Wara Kushartanto dari Universitas Negeri Yogyakarta mengatakan hal pertama yang harus diperbaiki PT di Timika adalah sarana dan prasaranya agar pelajar tertarik berkuliah di kampus mereka.

Ia mengatakan, pemilik Yayasan harus kreatif membuat tampilan kampusnya dengan seunik mungkin. Misalnya memperlihatkan khas Timika dan atau memperlihatkan sesuatu yang identik dengan program studi seperti program studi jasmani dengan alat atau tempat olahraganya.

“Sarana dan prasarana olahraga ditaruh di depan, biar saja masyarakat umum bisa memanfaatkannya. Semakin banyak masyarakat masuk saja ke area kampus, maka akan semakin baik untuk promosinya dan akan semakin besar. Modelnya itu harus unik,” katanya saat diwawancarai via zoom meeting, Selasa (16/2/2021).

Ia menyadari membuat tampilan bangunan yang unik atau bagus dipandang mata memang sulit dan membutuhkan kerja keras yang ekstra. Bahkan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tapi menurutnya hal ini harus dilakukan jika ingin menarik minat banyak orang.

“Harus ada sensasi yang berbeda. Mungkin memang kerja kerasnya bagaimana membuat tampak luar itu bagus dan menarik . Manusia itu harus melihat bagian luar duli,” katanya.

Ia melihat kualitas PT di Timika tidak berbeda jauh dengan kualitas PT yang ada di daerah lain. Namun kalau bicara sarananya memang harus diperbaiki. (Anti Patabang)