Sekolah Restorasi Partai Nasdem di Merauke Masuk Angkatan II
Papua60detik - Rektor Universitas Negeri Musamus (Unmus) Merauke, Dr Beatus Tambaip menyatakan sumber daya manusia (SDM) Papua masih jauh tertinggal dengan daerah lain di Indonesia.
Menurut Beatus, indikator kualitas sumber daya manusia diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Nilai IPM di Papua berada di urutan terakhir dari 34 provinsi di Indonesia.
"Selama 20 tahun implementasi Undang-Undang Otsus, Papua dalam banyak aspek tertinggal dengan daerah lain di Indonesia. Ukurannya dilihat dari IPM," kata Beatus usai membuka Sekolah Restorasi Angkatan II Kabupaten Merauke, kemarin.
Indikator IPM sendiri diukur dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi.
Sebab itu Beatus menyambut positif kehadiran Sekolah Restorasi Nasdem di Merauke. Sekolah itu sebagai salah satu lembaga pendidikan nonformal yang berkontribusi meningkatkan SDM generasi muda Papua.
"Pendidikan formal di Papua perlu didukung dengan pendidikan nonformal, guna membentuk kemampuan dan keterampilan seseorang. Terlepas dari politik, sekolah ini sangat baik untuk adik-adik," tuturnya.
Ia mengatakan, ada tiga hal penting dari pendidikan yakni kognitif (ilmu pengetahuan), afektif (sikap dan tingkah laku) dan psikomotorik (kemampuan dan ketrampilan).
“Saya berharap sekolah restorasi ini berkontribusi untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia Papua yang unggul dan cerdas,” pesan Beatus.
Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi yang juga Kepala Sekolah Restorasi, Fauzun Nihayah mengatakan, gelombang kedua sekolah restorasi dibuka untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pengetahuan dan keterampilan.
"Angkatan I telah meluluskan 67 wisudawan yang berasal dari berbagai latar belakang baik siswa lulusan SMA maupun mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan-perguruan di Merauke," kata Fauzun.
Pendaftar sekolah restorasi angkatan kedua mencapai 98 anak muda Papua dari berbagai kabupaten di selatan Papua (Merauke, Boven Digoel, Asmat, dan Mappi). Bahkan para peserta ada juga yang berasal dari Kabupaten Yahukimo dan Jayawijaya.
"Materinya terkait penguatan SDM, seperti public speaking, teknik lobi dan negoisasi, kewirausahaan, kepemimpinan dan organisasi, bahkan jurnalistik," imbuhnya. (Eman Riberu)