Sekolah Satu Atap Wasur Butuh Perhatian Pemda Merauke
Papua60detik – SMP dan SMA Negeri Plus Satu Atap (Satap) Wasur Merauke saat ini membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua Selatan terutama untuk kebutuhan makan dan transportasi siswa.
Penyelenggaraan pendidikan pada sekolah berbasis asrama yang dihuni 90 persen anak asli Papua ini menggunakan dana BOS. Tapi sekolah masih kesulitan memenuhi kebutuhan konsumsi siswa.
“Kami ini pendidikan pola asrama jadi kalau anak- anak tidak makan minum bagaimana mereka mau sekolah” kata Kepala SMA Negeri Satu Atap Plus, Agustinus Kuyap, Kamis (8/9/2022).
Ia mengaku, telah berkoordinasi dengan dinas terkait bahkan pernah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh DPRD Merauke namun sampai saat ini tidak ada titik terang. Ia bahkan menangkap kesan, diabaikan pemerintah.
“Kami berharap pemerintah terbuka hatinya untuk membantu anak-anak di SMA Satap ini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap, Yunus Gager Matahai menambahkan, menghadapi banyak kendala, terutama soal transportasi siswa.
Menurutnya anak- anak Papua sangat antusias bersekolah, tapi pulang perginya terhambat ketiadaan transportasi mengingat rata-rata rumah mereka jauh dari sekolah.
“Kalau dulu tahun 2014 ada bus yang disiapkan Pemda untuk anak- anak sekolah, jadi mereka setiap pagi sudah menunggu di satu titik dan dijemput sekalian,” katanya.
Ia mengaku telah menyurat ke Dinas Perhubungan dan Kabag Kesra terkait bantuan alat transportasi berupa bus untuk digunakan anak- anak sekolah namun belum ada tanggapan. (Ami)