Siap Mandiri, 20 Kios Binaan YPMAK Ikuti FLP Tahap II
YPMAK saat meninjau perkembangan kios binaannya, foto; Martha/ Papua60detik
YPMAK saat meninjau perkembangan kios binaannya, foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Sebanyak 20 unit kios binaan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) mengikuti pelatihan Financial Literacy Program (FLP) tahap dua guna memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Senin (2/3/2026).

Pelatihan ini memberi pembekalan kepada para penerima manfaat meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Kepala divisi perencanaan program ekonomi, Oktovian Jangkup, mengatakan YPMAK selalu pengelola dana PTFI telah membangun 20 kios kelontong. 12 di antaranya sudah terima kunci dan sudah mulai beroperasi. Sisanya, serah terima kunci akan dilakukan setelah pelatihan. 

Kios kelontong ini tersebar di wilayah kota hingga ke wilayah Mile 32. Ke depan, YPMAK akan menambah usaha lainnya seperti pencucian motor, kopi, dan VCO.

"Kita mendampingi mereka dan teman-teman yang sudah mulai jualan itu dan punya pengalaman selama beberapa bulan ini, mereka bisa sharing kepada yang baru-baru," ujar Oktovian. 

Narasumber pelatihan ini dari Gemilang dan juga BTN sebagai Mitra YPMAK. Hadir juga mahasiswa dari Institut Djambatan Bulan yang disiapkan khusus melakukan pendampingan.

Direktur CV Amungsa Berjaya Gemilang, Tehopilus Karubuy, menyebut dari hasil pengamatan beberapa bulan ini sudah terlihat tren positif dari sisi pendapatan kios. penerima manfaat juga sudah mulai paham cara melayani berbasis digital. Kios yang baru diharapkan bisa berjalan dan mendapatkan tren yang bagus. 

"Kami berharap, pengelolaan kios Amungme Kamoro yang baru ini bisa mengikuti jejak kios-kios sebelumnya. Dengan kegiatan ini mereka bisa memahami materi yang kita sampaikan dan mengikuti arahan kami, sehingga satu tahun kemudian mereka bisa mandiri," katanya. 

Sementara itu, Kepala BTN Cabang Timika, Didit Darmono, mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh YPMAK. BTN dipercayakan sebagai mitra pengelolaan keuangan kios Dalam materinya, BTN bukan hanya menyampaikan bagaimana cara pengelolaan keuangan yang benar, tetapi juga cara memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. 

Menurutnya, pelayanan yang baik akan menarik lebih banyak pelanggan dari berbagai kalangan. Program yang telah dirancang dengan mitigasi risiko yang matang ini dapat berjalan sukses dan melahirkan kios-kios yang benar-benar mandiri. 

Nantinya, setelah usaha dinilai mandiri dan stabil, para pelaku UMKM akan memiliki sertifikat dan peluang untuk mengakses pembiayaan dari perbankan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Syaratnya adalah usaha sudah berjalan dan memiliki pendapatan jelas. 

"Ini programnya jangka panjang, kita bangun di tanah mereka sendiri, bersertifikat, dan kalau sudah mandiri mereka  bisa mendapatkan pembiayaan dari pihak bank melalui Kredit Usaha Rakyat. Bank BTN siap suport terkait pemberian kredit bantuan dari pemerintah," pungkasnya. (Martha)