SLB Negeri Mimika Terima Siswa Baru, Kepsek: Pendidikan Hak Setiap Anak
Papua60detik - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika membuka penerimaan siswa baru bagi anak-anak berkebutuhan khusus tahun ajaran 2024/2025.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini diperuntukkan bagi anak penyandang tuna rungu, tuna grahita, tuna netra, autis, dan tuna daksa.
Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin, menyebut sekolah menawarkan program-program unggulan yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Melalui kriya kayu, tataboga, aksesoris, hantaran dan membatik. Serta lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung.
"Kami memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka, serta mengembangkan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan," kata Sunardin saat diwawancarai, Rabu (12/6/2024).
Selain itu, SLB juga menyediakan fasilitas jemputan bus bagi siswa yang tinggal di area dalam kota maupun area Mill 32. Dengan adanya jemputan bus, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa akses menuju SLB Negeri Mimika menjadi lebih mudah bagi semua siswa, sehingga mereka dapat mengikuti pembelajaran tanpa hambatan.
"Sebelum mendaftar, mungkin para orang tua atau yang mempunyai saudara penyandang disabilitas bisa berkunjung di sekolah kami. Paling tidak mencari informasi dulu, seperti apa bentuk layanan pendidikan yang kami berikan, karena ketidaktahuan bisa menjadi bias di luar. Prasangka bahwa SLB ini hanya untuk yang cacat saja," tambahnya.
Sunardin mengingatkan, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan. Dan lingkungan perlu mendukung mereka. Bersama-sama, menciptakan masa depan yang cerah bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Pendaftaran dimulai dari tanggal 11 hingga 28 Juni, dengan alur pengambilan formulir, pengembalian formulir, assessment bersama orang tua dan calon siswa bersama tim. Selanjutnya jika ditemukan ada yang membutuhkan layanan konsultasi dan tes IQ, maka akan di rujuk ke psikolog yang menjadi mitra SLB.
"Untuk pendaftaran, sama dengan sekolah reguler. Yang perlu disiapkan adalah fotokopi akta lahir, fotokopi Kartu Keluarga, dan surat pindah bagi siswa pindahan. Kami akan terus sosialisasikan karena sekolah adalah hak semua anak," pungkasnya. (Martha)