SMA Negeri 1 Wajibkan Siswa Melakukan Daftar Ulang
Siswa SMA Negeri 1 Mimika mulai berdatangan untuk melakukan pendaftaran ulang di sekolah, Senin (4/1/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Siswa SMA Negeri 1 Mimika mulai berdatangan untuk melakukan pendaftaran ulang di sekolah, Senin (4/1/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Memasuki Tahun Ajaran Baru, SMA Negeri 1 Mimika mewajibkan semua siswanya melakukan pendaftaran ulang.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mimika, Matheus Mamo menjelaskan, ini dilakukan untuk mengetahui apakah 1.375 siswanya masih berada di Timika atau tidak. Pasalnya selama proses belajar dari rumah banyak siswa yang kurang aktif.

“Disinikan (SMA Negeri 1) jumlah siswanya banyak yah, dan selama ini kami melakukan dua metode pembelajaran yakni daring yang diikuti 1.253 siswa dan luring oleh 122 siswa yang tidak memiliki android. Tetapi banyak laporan dari guru kalau ada yang hanya masuk absen lalu keluar itu untuk daring dan luring ada yang tidak aktif,” katanya saat ditemui, Senin (4/1/2021).

Siswa yang ketahuan sedang berada di luar Timika akan diminta untuk segera kembali agar proses belajar bisa berjalan baik. Karena meski metodenya daring, tugas tetap dikumpulkan manual di sekolah.

Semenatara siswa yang tidak aktif akan diikutkan matrikulasi atau pengulangan mata pelajaran selama dua bulan, Januari-Februari agar tidak ketinggalan mata pelajaran.

Ia mengakui jika proses belajar dari rumah memang tidak maksimal. Ia hanya mengharapkan peran orang tua untuk ikut mengawasi anak-anaknya. Terutama mengingatkan mereka untuk ikut saat mata pelajaran dimulai bagi siswa yang memilih metode daring dan belajar mandiri bagi siswa yang memilih metode luring.

Menurutnya peran orang tua pada proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini sangat penting karena orang tua yang mengetahui aktifitas anak setiap hari.

“Jadi kalau orang tua yang perhatikan anak itu bagus tidak ada masalah, tapi kalau tidak diperhatikan ya pasti anaknya mengalami kesulitan karena tidak terkontrol. Kami katakan begitu karena ada data, ada anak yang sama sekali  absen, menghilang. Bahkan ada yang keluar daerah,” ungkapnya. (Anti Patabang)