SMAN 5 Sentra Pendidikan Tanpa Guru PNS, Dana BOS Habis Buat Honorer
SMAN 5 Sentra Pendidikan. Foto: Eka/ Papua60detik
SMAN 5 Sentra Pendidikan. Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Sentra Pendidikan sampai saat ini masih kekurangan tenaga pengajar atau guru PNS. 

Sekolah untuk anak asli Papua itu praktis  hanya mengandalkan 22 orang guru honorer  yang dibayar menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

"Karena sumber dana kami hanya satu, hanya dana BOS. Jadi bagaimana bayar guru honorer semua ini," kata Kepala Sekolah SMAN 5 Sentra Pendidikan, Yohanes Napan, Kamis (20/7/2023). 

Untungnya, setelah kewenangan pendidikan menengah dikembalikan ke kabupaten/kota, Pemprov memberikan tambahan guru PPPK sebanyak 7 orang.

Tapi dengan 7 guru PPPK itu, Yohanes Napan mengaku masih kekurangan guru. Ia kemudian menyiasati dengan meminta guru PNS di sekolah lain yang mempunyai jam mengajar sedikit membantu di Sentra Pendidikan. 

"Saya siasati untuk minta guru PNS yang jamnya kurang untuk membantu mengajar di sini. Soalnya kalau buat bayar honor gak cukup uangnya," kata dia. 

Guru bantuan PNS tersebut yakni dari SMPN 4 KPG sebanyak 2 orang dan SMAN 2 Mimika 2 orang. Guru itu akan mengajar sesuai dengan jam pelajaran saja. 

"Kalau sekolah lain mereka punya PNS banyak, nah kami di sini dana BOS habis untuk bayar guru honorer saja. Makanya kami ini harus dikasih guru PNS, saya bisa terima guru honorer tapi dana kami terbatas dan kami ini satu mata pelajaran satu guru. Dengan adanya guru yang sekarang ini masih kurang," terangnya. 

Selain itu saat ini sekolah di Sentra Pendidikan tersebut tidak lagi disubsidi oleh Pemerintah Daerah seperti bantuan ATK, komputer, meja dan kursi. 

"Kalau tidak ada pejabat yang memahami nasib masa depan anak-anak dari 7 suku ini bahaya, berarti percuma bikin sekolah Sentra ini. Dan sekarang sudah kembali ke Kabupaten ini lumayan tapi ya sama saja kalau tidak dikasih guru PNS/P3K juga percuma," katanya. 

"Masalah kami di sini hanya soal guru, selama ini tidak dikasih entah itu guru P3K atau PNS kah, tidak. Padahal Kita sudah buat permintaan berulang-ulang," tutupnya. (Eka)