Stok Beras Bulog Nabire 1.800 Ton, Cukup untuk 3 Bulan
Kepala Bulog Cabang Nabire, Abdul Azis. Foto : Elia Douw/Papua60detik
Kepala Bulog Cabang Nabire, Abdul Azis. Foto : Elia Douw/Papua60detik

Papua60detik - Kepala Bulog Cabang Nabire, Abdul Azis, memastikan stok beras yang tersedia saat ini masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Stok beras di gudang Bulog Nabire mencapai sekitar 1.800 ton.

Jumlah tersebut diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan penyaluran selama tiga bulan ke depan, khususnya di wilayah Kabupaten Nabire.

“Untuk kebutuhan tiga bulan ke depan masih tercover dengan baik dari stok yang ada saat ini,” ujar Abdul Azis kepada awak media, Senin siang (4/5/2026). 

Bulog Cabang Nabire sendiri melayani distribusi pangan ke lima kabupaten, yakni Nabire, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai.

Namun dalam pelaksanaannya, tantangan distribusi masih kerap dihadapi, terutama di wilayah dengan akses terbatas.

Penyaluran ke Kabupaten Paniai menjadi salah satu contoh. Kondisi jalan rusak dan curah hujan tinggi menyebabkan distribusi sempat terhambat.

Bulog berharap adanya perbaikan infrastruktur agar proses penyaluran ke depan dapat berjalan lebih lancar.

Sementara itu, distribusi ke Kabupaten Dogiyai dijadwalkan berlangsung pada Selasa mendatang.

Untuk memastikan kelancaran, Bulog telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat TNI dan Polri guna melakukan pengawalan.

“Pengawalan ini sebagai langkah antisipasi agar distribusi berjalan aman,” jelas Abdul Azis.

Meski menghadapi berbagai kendala, secara umum proses pendistribusian bantuan pangan masih berjalan kondusif tanpa gangguan berarti.

Bulog berharap kondisi ini tetap terjaga agar bantuan dapat tepat sasaran.

Tantangan terbesar justru berada di wilayah Intan Jaya. Distribusi ke daerah tersebut harus menggunakan jalur udara dengan total kuota sekitar 500 ton.

Keterbatasan penerbangan menjadi kendala utama, sehingga waktu distribusi kemungkinan perlu diperpanjang hingga melewati akhir Mei.

Selain itu, seluruh biaya distribusi udara ditanggung oleh Bulog tanpa subsidi dari pemerintah daerah.

Hal ini karena program bantuan pangan tersebut merupakan program dari pemerintah pusat.

“Memang ada kenaikan harga avtur, tetapi masih bisa diatasi karena adanya fleksibilitas dalam pembiayaan,” tambahnya.

Hingga saat ini, penyaluran ke Intan Jaya telah mencapai sekitar 50 ton. Sementara proses distribusi dari gudang ke bandara juga sudah berjalan sekitar 50 persen.

Bulog berharap dukungan berbagai pihak, terutama dalam hal infrastruktur dan akses transportasi, agar penyaluran bantuan pangan ke wilayah-wilayah terpencil dapat semakin optimal. (Elia Douw)