Stunting Mimika Masih 24,17 Persen, Mimika Siapkan Genting
Kegiatan penutupan TPPS, foto: Martha/ Papua60detik
Kegiatan penutupan TPPS, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Pemkab Mimika resmi menutup rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) setelah berlangsung selama empat hari. 

Kegiatan ditutup, Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lukas Hindom. 

TPPS ini diikuti 21 OPD pengampu penurunan stunting dan diakomodir oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika. 

Evert mengatakan pemerintah berupaya melakukan intervensi stunting melalui OPD pengampu sesuai tugas dan program-program yang dilakukan dengan berbagai mekanisme. 

Anak-anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan kognitif serta rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, ia berharap setiap OPD wajib berkolaborasi dan menghilangkan ego sektoral. 

Perlu diketahui, stunting di Kabupaten Mimika sendiri menyentuh angka 24,17 persen, sementara target nasional adalah 14 persen.

"Penurunan stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jadikan kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian dan aksi nyata dalam menciptakan generasi Mimika yang sehat, cerdas dan berkualitas," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DP3AP2KB, Supiah Narawena, mengapresiasi pemaparan upaya penurunan stunting dari setiap dinas. Ia berharap program itu berjalan semakin optimal dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. 

Ada 4 aksi konvergen, yaitu Analisis Situasi, Perencanaan Kinerja, Rembug Stunting, dan Regulasi. Di mana setiap konvergen fokus pada kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan, nifas, ibu menyusui, bayi 0-29 bulan, dan anak 29-59 bulan, calon remaja putri, dan calon pengantin. 

DP3AP2KB juga akan meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Genting). Supiah berharap setiap OPD dan pihak swasta turut mendukung dan mengambil peran menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting. 

"Kita harap agar target kita tercapai dalam penurunan stunting dan tepat sasaran. Jika tahun lalu difokuskan pada lokus tertentu, pada tahun ini semua wilayah dianggap lokus," pungkasnya. (Martha)