Sulit Belajar Calistung di Rumah, Orang Tua Antar Anak ke Sekolah
Papua60detik - Belajar dari rumah (BDR) baik online maupun offline yang ditetapkan pemerintah selama masa pandemi covid-19 ini, ternyata sangat sulit diterapkan bagi siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD) khususnya bagi mereka yang belum bisa baca, tulis dan hitung (Calistung).
Karena alasan inilah beberapa orang tua di SD Inpres Kwamki 2 memilih mengantarkan anaknya untuk belajar langsung di sekolah.
Menurut keterangan Kepala Sekolah SD Inpres Kwamki 2, Heronia Maruanaya ini dilakukan atas permintaan orang tua. Sekolah tidak pernah meminta. Orang tua menyadari sangat sulit bagi anak memahami belajar Calistung melalui online.
Namun dari 120 siswa kelas 1 yang terdaftar di tahun ajaran 2021/2022 ini yang datang ke sekolah hanya beberapa anak saja. Yang datang pun wajib diantar langsung sama orang tua atau walinya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yakni wajib masker dan cuci tangan.
“Ini bagi orang tua yang setuju dan orang tua yang minta,” katanya, Senin (9/8/2021)
Dalam sehari siswa yang datang kadang hanya 3 saja. Dan kalau lebih dari itu dibagi dalam beberapa kelas,. Yang pasti dalam satu kelas tidak boleh lebih dari tiga anak.
Untuk jam belajarnya kata Heronia tidak lama, hanya sebentar.
“Tapi mereka tidak pake seragam sekolah hanya baju biasa saja,” ungkapnya.
Ia mengatakan selain siswa kelas 1, ternyata masih ada siswa kelas 2 yang belum bisa membaca. Mereka yang belum bisa ini akan diberikan pilihan, apakah guru yang ke rumah mengajar atau alternatif lain.
Belajar online atau offline bagi siswa kelas 1 yang masih harus diajarkan calistung itu, menurutnya memang susah. Syaratnya, orang tua terus mendampingi anak saat belajar.
“Kita di sini punya komitmen kalau sampai naik kelas 3 berarti sudah bebas 3 M atau calistung walaupun pandemi sudah bebas 3 M,” ungkapnya. (Anti Patabang)