Tak Ada Kursi & Meja, Siswa SD YPPK Tipuka Belajar Melantai
Papua60detik - Kondisi Sekolah Dasar YPPK ST Yosep Kampung Tipuka Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah memprihatinkan. Di sekolah tersebut hanya beberapa ruangan saja yang masih memadai.
Bahkan anak-anak saat belajar harus rela duduk di bawah atau melantai beralas tikar karena tidak punya meja dan kursi belajar.
"Dua ruangan, kelas I dan II kursi meja tidak ada," ujar Kepala SD YPPK ST Yosep Tipuka Freddy Hisage, Rabu (20/9/2023).
Tak diperhatikan pemerintah, pihak sekolah sempat meminta bantuan meja kepada SD Tiga Raja namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.
Selain itu ruangan kelas I juga tampak tidak layak dipakai. Akibatnya kelas I dan II bergabung jadi satu dan belajar bersama di lantai beralas tikar.
Di sekolah itu, ruangan yang memadai hanya ruang Kepsek, ruang guru dan ruangan kelas V. Sedangkan ruang kelas VI dan I masih berlantai tanah.
Tak hanya itu, seperti plafon dan sekat ruangan pun sudah jebol dan terlihat rusak.
"Yang kami bisa perbaiki, kami perbaiki, kami hanya tambal yang bolong-bolong karena untuk ganti yang baru berarti masuk skala perbaikan sedang, dan kami tidak mampu, karena kami untuk perbaikan itu menyisihkan dari dana BOS. Untuk perbaikan dari dana BOS yang kami pakai paling besar itu 3 juta," kata Freddy Hisage.
Pihak sekolah juga sudah mengajukan proposal bantuan ke Dinas Pendidikan tapi sampai hari ini belum ada jawaban.
"Jadi dari saya masuk awal 2022 sampai sekarang ini anak-anak belajar di lantai," ungkapnya.
Jumlah siswa SD YPPK ST Yosep Tipuka sendiri sebanyak 162 dari kelas I sampai VI dengan rata-rata per kelas 25 sampai 37 anak.
"Sedangkan untuk tenaga pengajar atau guru kami ada 8 termasuk satu PNS," kata Freddy.
Ia meminta kepada pemerintah agar tidak hanya sekolah negeri saja yang mendapat perhatian. Pasalnya sekolah itu sudah ada sejak Indonesia belum merdeka atau 1934 sudah didirikan oleh misionaris.
"Kami berharap pemerintah tidak hanya melihat yang sekolah negeri, tetapi swasta juga. Sebab orang-orang besar yang di pemerintahan sekarang itu Rata-rata lulusan dari sekolah swasta. Janganlah menjadikan sekolah swasta ini sebagai bayangan. Kami juga punya tujuan yang sama untuk mendidik generasi penerus," paparnya.
Sementara Kepala kampung Tipuka Hironimus Urmame mengatakan bahwa sekolah-sekolah yang ada di kampung baik itu swasta maupun negeri juga perlu adanya perhatian, karena dari situlah awal mula terbentuknya generasi.
"Pemerintah harus lihat kondisi sekolah, kita ini warga negara Indonesia, walaupun sekolah yayasan tapi pemerintah lihat," pintanya. (Febri)