Tak Ada Pejabat Datang di Perpisahan SMAN 5, Kepsek: Kami Seperti Sekolah Buangan
Papua60detik - Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Sentra Pendidikan Mimika di Jalan Poros SPV Timika, Mimika, Papua Tengah bakar batu pada perpisahan siswa kelas XII, Sabtu (4/5/2024).
Sebanyak 153 anak asli Papua dari dua suku besar di Mimika dan lima suku kekerabatan itu telah mengikuti Ujian Sekolah pada 15 April lalu.
Kepala SMAN 5 Sentra Pendidikan Mimika Yohanes Napan mengatakan kegiatan seperti ini dilakukan setiap tahun. Siswa memeriahkan perpisahan dengan bakar batu dilengkapi dengan tarian dan baju adat.
Katanya, Sentra Pendidikan hanya dilihat sebelah mata oleh pejabat Mimika maupun Dinas Pendidikan. Setiap tahun saat acara perpisahan sekolah itu selalu mengirim undangan ke pejabat Pemkab Mimika, Dinas Pendidikan hingga Komisi C DPRD Mimika tetapi tidak ada yang hadir meski sekadar perwakilan.
"Tidak ada satupun yang datang, Dinas Pendidikan tidak ada yang datang, perwakilan Pemda tidak ada yang datang, Komisi C DPRD tidak datang. Itu saya sesalkan sekali dan itu terjadi berulang-ulang," ujar Napan.
"Ini sebenarnya ada apa? Ini anak-anak asli tujuh suku loh, masa tidak ada perhatiannya sama sekali," katanya.
Padahal Kantor Dinas Pendidikan tidak jauh dari SMAN 5 Sentra Pendidikan.
"Saya kecewa, sangat kecewa. Silakan Dinas Pendidikan mau ngomong apa, yang jelas saya sangat kecewa," kata Napan.
Napan menyebut SMAN 5 bagaikan sekolah sisa dari beberapa sekolah favorit dan unggulan.
"Karena anak-anak ini yang diseleksi dari YPMAK tidak lulus, di Asrama Taruna tidak lulus, di Lokon tidak lulus, baru mereka ke sini. Seperti sekolah buangan, makanya pemerintah dan dinas tidak perhatikan," pungkasnya.
Ia tak mau lagi ambil pusing. Menurutnya, sudah tidak ada harapan mengharapkan perhatian dari Dinas Pendidikan maupun Pemkab. Terpenting kata dia, fokus supaya siswanya tidak terlantar. (Eka)