Tak Ada Siswa, SMP Negeri Ayuka Tutup
Kondisi sekolah menengah pertama Ayuka, Mimika Timur Jauh. Foto: Eka/Papua60detik
Kondisi sekolah menengah pertama Ayuka, Mimika Timur Jauh. Foto: Eka/Papua60detik

Papua60detik - Bangunan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh tak lagi aktif lantaran kurangnya siswa. 

Kabarnya, SMP itu kosong sekitar dua tahun lalu. Setiap penerimaan peserta didik baru jumlah siswa tak sampai 50.

Anak-anak Ayuka lebih banyak memilih sekolah di luar wilayah tersebut. Mereka rata-rata ke Mapurujaya.

Gedung SMP itu dibangun satu kompleks dengan SD N Ayuka, gedung SMP terletak di bagian Timur dengan bangunan permanen tiga ruang kelas yang masih nampak cat warna biru, ditambah dengan bangunan kantor para guru di sebelah selatan. 

Kondisi bangunannya terlihat tak terawat dan dipenuhi sampah, bahkan beberapa ruangan sudah tidak ada kaca jendelanya. Belakang sekolah itu langsung menuju ke hutan belantara. 

Seorang warga kampung Ayuka, Mimika Timur Jauh Ota Awuta mengakui bahwa anak-anak kebanyakan tidak mau bersekolah di lingkungan yang sama. Kebanyakan dari mereka memilih pergi sekolah ke Mapurujaya. 

"Kalau tidak salah, sekolah ini berdiri sejak 2004, iya memang anak-anak tidak mau sekolah di sini, mungkin karena bosan dengan lokasi yang sama waktu di SD," ujarnya, Sabtu (24/9/2023). 

"Kebanyakan dari mereka lebih memilih lanjut di SMP Mapurujaya," sambung dia. 

Sementara warga lainnya, Yohakim Pianaipa mengaku, selain karena bosan melanjutkan SMP di lingkungan yang sama-sama, anak-anak Ayuka juga banyak yang memang tidak mau sekolah dan memilih mengikuti orang tua mencari ikan, dan hasil laut lainnya atau bekerja. 

Pria yang berprofesi sebagai nelayan tradisional ini menyampaikan, sebagai orang tua telah berupaya memberi semangat, bahkan memaksa agar anak-anaknya melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, semuanya menjadi sia-sia ketika anak-anak memilih berhenti sekolah. 

"Jadi memang, anak-anak lebih senang memilih sekolah di Mapurujaya,tapi sebagian yang tidak mau lanjut sekolah dia ikut orang tua bekerja, cari ikan atau pangkur sagu," pungkasnya. (Eka)