Tak Dipulangkan, Sisa Mahasiswa Eksodus Mimika Ancam Tutup PT Freeport
Sisa mahasiswa eksodus asal Kabupaten Mimika menuntut segera dipulangkan ke kota studi masing-masing. Foto: Istimewa
Sisa mahasiswa eksodus asal Kabupaten Mimika menuntut segera dipulangkan ke kota studi masing-masing. Foto: Istimewa

Papua60detik - Sebagian mahasiswa eksodus asal Kabupaten Mimika sampai saat ini belum kembali ke kota studinya pasca kasus rasisme sekitar Agustus 2019 lalu.

Koordinator pelajar dan mahasiswa eksodus asal Mimika, Hengky Omabak menyebut, saat ini masih masih ada sekitar 200 mahasiswa yang terus mempertanyakan nasib dan hasil kerja tim sosialisasi bentukan Pemkab Mimika.

Ia mengingatkan pemerintah daerah, YPMAK dan PT Freeport Indonesia atas keberadaan mereka yang menunggu dipulangkan ke kota studi masing-masing.

 "Pemerintah Kabupaten Mimika segera bertanggung jawab atas pelajar-mahasiswa eksodus yang masih ada di Mimika agar mengembalikan kami ke kota studi masing-masing," katanya, seperti preas rilis yang diterima Papua60detik, Sabtu (3/4/2021).

Selain menuntut segera dipulangkan, perwakilan mahasiswa eksodus ini menuntut Pemerintah bersama dengan YPMAK dan PTFI untuk membiayai SDM Mimika ke luar negeri. Termasuk meminta dibangunkan universitas standar internasional di Timika.

Apabila permintaan tersebut tidak ditanggapi, mahasiswa eksodus mengancam akan menutup operasional PTFI dan membatalkan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021. (Salmawati Bakri)