Tak Punya Fasilitas, 40 Persen Siswa SMKN 3 Mimika Tak Bisa Belajar Online
Kepala Sekolah SMKN 3 Kesehatan Mimika, John Lemauk. Foto: Dok Papua60detik
Kepala Sekolah SMKN 3 Kesehatan Mimika, John Lemauk. Foto: Dok Papua60detik

Papua60detik - Kasus baru covid-19 yang terus meningkat, membuat belajar dari rumah (BDR) kembali diteruskan. Meski metode ini dianggap tidak maksimal.

Proses BDR di Kabupaten Mimika sebagian besar sekolah menerapkan dua metode belajar yakni dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) atau modul.

Keputusan dua metode ini diambil karena tidak semua siswa memiliki fasilitas, seperti HP android dan wifi atau paket data internet.

Kepala Sekolah SMKN 3 Kesehatan Mimika, John Lemauk mengatakan, sekitar 40 persen dari 1.000 siswa memilih metode luring atau modul. Sistemnya, siswa datang mengambil modul di sekolah dan mengerjakan tugas lalu mengumpulkannya.

Sayangnya metode ini kata Lemauk tidak begitu maksimal. Siswa seenaknya mau belajar atau tidak karena tidak bisa dipantau langsung guru. Bahkan menurutnya siswa baru akan belajar ketika ada tugas.

“Jadi buku lebih sering dikasih tidur artinya tidak dipedulikan. Nanti buka modul itu kalu tahu ada tugas saja,” ungkapnya saat ditemui Papua60detik, Rabu (4/8/2021) di ruang kerjanya.

Ia mengakui metode belajar ini memang sangat berbeda dengan metode daring, yang setiap hari siswa diabsen dan bertatap muka dengan guru meskipun dari rumah masing-masing.

Namun ia tak bisa memaksakan untuk menerapkan metode daring saja, karena sebagian siswanya tak punya fasilitas.

“Jadi yang 40 persen itu adalah mereka yang memang ekonomi ke bawah,” tutupnya. (Anti Patabang)