Tiga Personel Polres Mimika Kena Panah Saat Respon TKP di Jalan Kesehatan
Papua60detik – Situasi mencekam terjadi di Jalan Kesehatan Dalam, Kelurahan Timika Indah, Sabtu malam (28/2/2026). Tiga personel Polres Mimika dilaporkan terluka akibat terkena panah saat merespon tempat kejadian perkara (TKP).
Rilis Humas Polres Mimika menyebut, insiden bermula dari laporan warga terkait dugaan kasus penganiayaan di Jalan Kesehatan Dalam (Lorong Meo) sekitar pukul 22.02 WIT. Personel Polsek Mimika Baru yang pertama tiba di lokasi kemudian disusul Tim Opsnal Polres Mimika pada pukul 22.50 WIT untuk memperkuat penanganan.
Namun, saat aparat menjalankan tugas, situasi berubah tegang. Sekelompok massa melakukan perlawanan dengan melempari batu dan melepaskan anak panah ke arah petugas. Informasi serangan tersebut segera diteruskan kepada patroli gabungan yang kemudian bergerak menuju lokasi.
Setibanya di TKP sekitar pukul 00.15 WIT, patroli kembali mendapat serangan serupa. Untuk mengendalikan situasi dan membubarkan massa, aparat mengambil tindakan tegas dengan melepaskan tembakan flashball.
Adapun tiga anggota Polres Mimika yang terkena anak panah, yakni Aipda MA (Sat Samapta) mengalami luka pada jari tengah tangan kanan, Bripda WM (Sie Propam) mengalami luka pada paha kanan dan siku tangan kanan, Bripda YS (Sat Samapta) mengalami luka pada bagian depan kaki kiri.
Ketiganya langsung dievakuasi menggunakan mobil patroli ke RSUD Mimika. Hingga kini, para korban dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan medis.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman turun langsung ke lokasi sekitar pukul 01.00 WIT untuk memimpin pengendalian situasi. Guna mencegah eskalasi lebih lanjut, personel ditarik mundur ke titik aman dan disiagakan kembali di Mako Polres Mimika di Jalan Cenderawasih.
Polres Mimika mengaku bahwa langkah yang diambil di lapangan telah sesuai prosedur dan bersifat terukur demi melindungi keselamatan anggota maupun masyarakat. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi dan menindak pelaku penyerangan. (Eka)