Transportasi & Keamanan Masih Jadi Soal Layanan Kesehatan di Boven Digoel
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, Adolof Andatu, foto: Martha/ Papua60detik
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, Adolof Andatu, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, Adolof Andatu, mengatakan pelayanan kesehatan di wilayahnya masih menghadapi berbagai tantangan yang sama seperti di Kabupaten Mimika. 

Kondisi geografis, faktor keamanan di sejumlah wilayah pedalaman hingga keterbatasan transportasi masih jadi soal. Petugas kesehatan bahkan harus berjalan kaki berminggu-minggu untuk mengunjungi satu kampung ke kampung lain. 

Selain itu, tenaga kesehatan juga harus ditarik dari empat distrik di wilayah penembakan dua pilot beberapa waktu lalu di Korowai. Saat ini, Boven Digoel memiliki sekitar 370 tenaga kesehatan dan 8 dokter spesialis. 

"Pelayanan kesehatan hampir sama dengan Mimika. Tantangan kami masih masalah keamanan dan transportasi. Kami harus jalan kaki berminggu-minggu untuk  mendapatkan satu kampung ke kampung lain. Ada beberapa Puskesmas mengalami itu," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (21/05/2026). 

Saat ini Kabupaten Boven Digoel memiliki 20 Puskesmas dan 16 Puskesmas Pembantu (Pustu). Penambahan Puskesmas pun belum bisa direncanakan karena masih terkendala akses wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah pedalaman.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, Dinkes Boven Digoel saat ini berencana menerapkan status BLUD di salah satu Puskesmas. Dinkes bahkan mengikuti Workshop penerapan BLUD pada Fasilitas Kesehatan di Lingkungan Pemkab Mimika sebagai bagian dari upaya perencanaan pembentukan Puskesmas berstatus BLUD tersebut. 

"Untuk penambahan Puskesmas mungkin  tidak tetapi untuk pengembangan Pustu sudah kami rencanakan. Untuk BLUD kami upayakan satu dulu di dalam kota tahun ini," pungkasnya. (Martha)