Wabup Mimika Apresiasi Pola Pembelajran SATP
Wabup Mimika, Johannes Rettob mengunjungi ruang Komputer SATP Mimika, Senin (30/8/2021). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Wabup Mimika, Johannes Rettob mengunjungi ruang Komputer SATP Mimika, Senin (30/8/2021). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengapresiasi Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) terutama pola pembelajarannya.

Senin (30/8/2021), Wabup berkeliling melihat ruangan dan proses pembelajaran di SATP didampingu Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) Vebian Magal.

SATP merupakan binaan dari YPMAK yang merupakan yayasan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

SATP berperan mendidik dan membina anak-anak asli Suku Amungme serta Suku Kamoro, juga 5 suku kekerabatan lainnya.

“Saya haru dan bangga dengan SATP karena di Timika ternyata ada pola pendidikan seperti ini,” kata Wabup setelah mengelilingi SATP,

Menurut Wabup ada dua hal yang menurutnya patut dicontoh dari SATP. Pertama, sekolah tersebut berbasis asrama yang menerapkan teknologi dan lingkungan dalam pembelajarannya.

Contoh penerapan teknologi dalam pembelajaran, terlihat dari peserta didik SATP yang sudah bisa mengoperasikan komputer di setiap kegiatannya, mulai dari pembelajaran sampai ujian.

Bimbingan guru yang baik menurut John menjadi kunci utama kemampuan peserta didik ke depan.

Sementara contoh pembelajaran berbasis lingkungan, dilihatnya dari pembelajaran SATP yang berada pada satu kawasan dan didesain sedemikian rupa agar para siswa bisa belajar bertani, beternak, mengenal satwa, dan lainnya.

Pembelajaran tersebut terwujud karena SATP menerapkan kurikulum dengan menyediakan fasilitas dan sarana yang berupa laboratorium hidup.

”Saya lihat di sekolah ada danau kecil, perahu. Ini menunjukkan, sekolah ingin mendekatkan anak-anak didik, secara khusus Kamoro yang biasa hidup tidak jauh dengan sungai dan sampan (perahu). Serta, sekolah berupaya memberikan kenyamanan kepada peserta didik,” ujarnya.

Pola pendidikan tersebut menurut Wabup sangat baik diterapkan di sekolah-sekolah berbasis asrama yang dikelola oleh Pemda Mimika.

Terlebih pembinaan dan pengajaran yang dilakukan dapat memunculkan bakat dan motivasi anak-anak, karena adanya ekstrakulikuler drum band, bernyanyi, dan menari bagi peserta didik.

“Pemerintah daerah harus bisa belajar, dari sesuatu yang baik sehingga bisa dijadikan contoh," ungkapnya.

Sementara Direktur YPMAK Vebian Magal mengatakan pengembangan pendidikan berbasis teknologi di SATP bertujuan agar anak-anak Amungme dan Kamoro serta 5 suku kekerabatan tidak tertinggal.

“Dari metode pembelajaran berbasis tekonologi dan adanya kunjungan Wakil Bupati Mimika ini kebanggan tersendiri bagi kami. Diharapkan, pemerintah daerah bisa melihat apa yang sudah diupayakan. Kemudian bisa mensikronkan program di bidang pendidikan guna peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Mimika,” katanya.

Tapi SATP masih perlu pembenahan. Ruang makan yang masih sempit, kelas centre ruangannya masih kecil serta fasilitas komputer dinilai masih kurang. 

"Kalau untuk penambahan ruangan kemungkinan tidak, yang diperlukan hanya evaluasi penggunaan ruangan. Karena awal kapasitas yang kami bangun 2800 peserta didik. Namun sekarang 1104, sehingga perlu evaluasi untuk penggunaan ruangan," jelasnya.

Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon Timika Andreas Ndityomas mengatakan, SATP saat ini tengah mengembangkan pendidikan konstektual berbasis pengalaman riil yang berbasis IT dengan Microsoft office 6.35.

Sistem tersebut katanya memadukan pembelajaran tatap muka dengan sistem online.

“Target 6 bulan ke depan, kelas 4, 5, dan 6, untuk SD dan seluruh SMP ujiannya berbasis teknologi, sehingga anak-anak bisa menyiapkan sedini mungkin. Ini juga, kami siapkan bukan untuk jangka pendek, tapi jangka panjang," tutupnya. (Fachruddin Aji)