YPMAK Perpanjang Kerja Sama Dengan YPL Kelola SATP, Nilainya 119 Miliar
Papua60detik - Setelah melalui negosiasi panjang, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) akhirnya memperpanjang kerja sama dengan Yayasan Pendidilan Lokon (YPL) untuk mengelola Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP).
Perpanjangan kerja sama yang akan berlangsung selama lima tahun ini senilai Rp119 miliar.
Kerja sama keduanya ditandai penandatangan perjanjian kerjasama (PKS) oleh Direktur YPMAK, Vebian Magal, Wakil Direktur YPMAK, Ihfa Karupukaro, Ketua Umum YPL, Daniel Korompis, dan Sekretaris Eksekutif BPH YPL, Johanis Ohoitimur, Senin (6/6/2022) di Hotel Horison Ultima Timika.
Direktur YPMAK, Vebian Magal menjelaskan alasan utama memperpanjang kerja sama yakni karena kegiatan mengajar belajar (KBM) dan pembinaan- pembinaan ekstrakurikuler non akademik yang dilakukan YPL untuk anak SATP berkualitas.
Selain itu, kedua yayasan ini memiliki komitmen yang sama membangun SDM Papua.
“Saya yakin dan percaya bahwa kami punya komitmen yang sama sehingga bisa mengikuti titik yang sama. Bukan sekedar kertas, tapi beban yang ada kita harus selesaikan bersama,” ungkapnya.
Ia mengatakan KBM yang dilakukan YPL di SATP sangat sesuai dengan harapan YPMAK. Namun ke depan Vebian berharap YPL semakin kreatif lagi.
“Tahun 2022 bulan Juni ini sampai 2027 untuk kerja sama. Harapan kami semakin kreatif untuk meningkatkan proses pendidikan sehingga muncul harapan-harapan baru untuk Papua, Mimika dan Indonesia,” harapnya.
Ketua Umuma YPL, Daniel Korompis mengatakan 20 tahun kehadiran YPL, YPAMK adalah rekan kerjanya yang paling lama.
Ia menjelaskan sejak dipanggil mengelola sekolah berpola asrama khusus anak asli Papua dari tujuh suku ini, ada kekhawatiran yang YPL rasakan, namun karena keyakinan dan tujuan baik sehingga tiga tahun itu bisa dilalui dengan baik.
“Tiga tahun ini banyak sekali yang kami pelajari dari hasil pengelolaan tersebut dan ada juga rasa bangga dari kami. Karena melihat anak-anak itu dari kondisinya fisiknya saja itu cukup sehat, dan tangkas. Dan kalau ditanya itu mereka menjawab dengan sopan dan sangat responsif. Sehingga saya melihat bahwa memang sudah ada hasil yang kami lakukan selama tiga tahun ini,” tegasnya.
Daniel berjanji dengan adanya perpanjangan kerja sama ini, YPL akan mendatangkan guru dari Filipina untuk mengajarkan bahasa Inggris dan komputer.
Menurutnya mendatangkan guru asing akan membantu siswa untuk mudah memahami karena persaingan di masa depan bukan hanya pengetahuan tetapi juga kemampuan bersaing.
“Mudah-mudahan langkah yang kami lakukan ini akan membawa kerja sama yang lebih sempurna. Dan kami melihat ini sebagai tugas suci sebenarnya untuk mengelola pendidikan anak SATP. Kalau tugas suci itu saya yakin akan dibimbing oleh Roh Kudus,” tuturnya.
Adapun proses belajar yang dilakukan YPL di SATP selama ini sudah menerapkan merdeka belajar yang didorong oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Anti)