Buah Perjuangan Lepemawil: Rumah Transit & Penanaman Mangrove di Pesisir Timur Mimika
Papua60detik - Lepemawil terus mengawal kesepakatan dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) di wilayah Pesisir Timur Mimika.
Kesepakatan dicapai 11 September 2023 di Jakarta, dihadiri Yayasan Lepemawil, perwakilan KLHK, perwakilan Kementerian ESDM, perwakilan Kementerian BUMN, anggota DPD RI Yorrys Raweyai dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas, Pj Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk dan Ketua Kelompok Khusus DPR Papua John NR Gobai.
Dua dari lima poin kesepakatan telah berjalan, yakni pembangunan rumah transit dan penanaman mangrove. Kedua program ini dikerjakan oleh CV Anak Dusun Mimika dikawal oleh Lepemawil
Koordinator Umum Lepemawil, Adolfina Kuum mengatakan, sampai pada kesepakantan November 2023 bukan perjuangan mudah dan singkat. Lepemawil telah mengorganisir, mengumpulkan aspirasi hingga mengadvokasi tuntutan warga di tiga distrik Pesisir Timur Mimika sejak 2013.
"Ini perjuangan yang panjang. Saya terima kasih kepada Kakak Yoris Raweyai dan John NR Gobai, Bapak Emanuel Kemong yang menjabat wakil bupati saat ini dan semua pihak yang mendukung sehingga kami bisa sampai di proses ini," kata aktivis yang akrab disapa Dolly ini, Sabtu (9/5/2026).
Program rumah transit katanya sebagai jawaban darurat terhadap tuntutan masyarakat yang mengalami banyak masalah akibat pendangkalan sungai dampak tailing PTFI. Karena pendangkalan, masyarakat pesisir Timur Mimika harus menempuh jalur laut dengan risiko kecelakaan tinggi.

Rumah transit akan jadi titik kumpul masyarakat menunggu laut tenang untuk menempuh perjalanan laut dari kampung ke Kota Timika dan sebaliknya.
"Akhirnya Freeport mau buka diri dan mendengar aspirasi yang selama ini Lepemawil perjuangkan Saya harap pemerintah jangan diam. Ketika kami ingin bertemu dan berbicara masalah ini. Pemerintah harus bantu Freeport karena pemerintah yang kasih izin perusahaan beroperasi di Tanah Amungsa ini. Jadi pemerintah juga harus tanggung jawab dengan persoalan ini," kata Dolly.
Selain di Pulau Yul, rumah transit serupa akan dibangun di tiga titik lain yakni di Omuga, Omuga Pantai dan Pulau Bidadari sebagaimana kesepakatan yang dicapai pada November 2023 di Jakarta.
Sementara pada program penanaman mangrove, CV Anak Dusun Mimika telah menanam bibit pada lahan sekitar satu hektar. Menurut Dolly program penanaman mangrove ini tak boleh berhenti.
"Kami berharap kepada Freeport supaya program rehabilitasi mangrove ini terus berjalan karena limbah sudah mengalir ke timur," katanya.
Koordinator Program Lepemawil, Benny Tsolme menambahkan, pembangunan rumah transit di Pulau Yul hampir rampung. Progressnya sudah di angka 89 persen.
Tapi menurutnya, bangunan tersebut selesai tak berarti bisa langsung berfungsi. Benny mendesak Pemkab bekerja sama PTFI dan didukung SAR menyediakan pekerja di setiap rumah singgah. Tugasnya merawat rumah transit sekaligus memonitor lalulintas kapal/perahu dan menyediakan informasi cuaca untuk meminimalisir kecelakaan laut.
"Kami minta pemerintah dan PT Freeport adakan karyawan untuk menjaga rumah transit ini. Adakan alat komunikasi di setiap pos rumah transit agar bisa monitoring lalulintas laut, apabila terjadi kecelakaan bisa diketahui bersama. Ini sudah banyak pendangkalan sehingga banyak terjadi kecelakaan," kata Benny. (Burhan)