Bupati Mimika Minta OPD Berkomitmen Satu Data
OPD Pemkab Mimika mengikuti sosialisasi sistem integrasi data yang digelar Diskominfo, foto: Martha/Papua60detik
OPD Pemkab Mimika mengikuti sosialisasi sistem integrasi data yang digelar Diskominfo, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Bupati Mimika, Johannes Rettob mengingatkan pentingnya satu data atau integrasi data dari seluruh OPD guna menghasilkan satu output untuk memaksimalkan pelayanan publik cepat dan tepat. 

Kabupaten Mimika sendiri telah mulai menerapkan sistem satu data, di mana setiap OPD mengirimkan data kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk diintegrasikan ke dalam satu sistem.

Ia menjelaskan, data yang telah diverifikasi nantinya akan dipublikasikan sehingga dapat diakses masyarakat secara real time. Namun, salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah ego sektoral di masing-masing OPD yang cenderung memiliki website sendiri. 

"Masing-masing OPD punya website tetapi tidak pernah diupdate. Kita buka di dua tahun lalu datanya masih sama. Tujuannya baik sebenarnya, tetapi jangan dibuat itu hanya untuk kepentingan sesaat," kata John Rettob, Senin (24/08/2026). 

Menurutnya, dengan satu website dan satu data milik Mimika, tidak ada lagi perbedaan data. Ia mencontohkan beberapa data yang saat ini masih belum bisa terpublikasi dengan akurat adalah data stunting, angka kemiskinan, tingkat IPM kabupaten dan distrik, pertumbuhan ekonomi, jumlah anak sekolah, jumlah pengangguran, inflasi, dan lain-lain. 

"Misalnya data stunting, mungkin dinas pemberdayaan punya data, tetapi hanya mereka sendiri yang tahu. Ini yang sekarang kita buat supaya semua bisa lihat," tambahnya. 

Ia juga menyoroti saat ini terjadi kenaikan data pengguna kendaraan bermotor yang kurang disadari oleh masyarakat karena tidak terpublisnya data. Tahun 2025, terjadi kenaikan 32 persen. Bupati pun menegaskan apabila tiap tahun terjadi kenaikan, maka pemerintah harus tahu tahun berapa kira-kira akan terjadi potensi macet. 

"Jangan sampai macet kita alami. Mumpung belum, kita sudah bisa ambil keputusan. Prediksi kita sepuluh tahun ke depan supaya kita buat apa yang bisa kita lakukan agar jangan macet," ucapnya. 

John Rettob pun menekankan data menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan dan mencari solusi pembangunan daerah sesuai yang dibutuhkan oleh masyarakat. Data juga membantu pemerintah memantau kondisi daerah. Ia berharap, setiap OPD berkomitmen untuk sistem satu data ini. 

"Itu penting, tapi kadang kita masa bodoh. Jadi saya mau mengubah sedikit, data statistik kita di setiap sektor, kita harus tahu. Yang paling penting adalah koordinasi setiap OPD," pungkasnya. (Martha)