Dinkes Mimika Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Penyakit ATM
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong membuka kegiatan penguatan kolaborasi lintas sektor pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM), foto: Martha/Papua60detik
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong membuka kegiatan penguatan kolaborasi lintas sektor pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM), foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM) melalui Forum Kemitraan Lintas Sektor, Kamis (20/08/2026).

Forum ini untuk merevitalisasi kemitraan melalui penerbitan Surat Keputusan Pemerintah Daerah, sekaligus membangun komitmen bersama secara tertulis mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung dan kelurahan.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa penanggulangan ATM tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata.

"Penanggulangan AIDS, tuberkulosis, dan malaria membutuhkan komitmen yang kuat, kerja keras yang berkesinambungan, serta kolaborasi antar sektor," ujarnya.

Emanuel menekankan pentingnya peran pemerintah kampung dalam mendukung program kesehatan melalui perencanaan dan penganggaran yang tepat. 

Menurutnya, dana kampung tidak hanya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan.

Ia meminta kepala distrik dan kepala kampung memastikan program pencegahan dan pengendalian ATM mendapat perhatian dalam perencanaan serta penganggaran sesuai ketentuan yang berlaku. Penggunaan data yang akurat dan terpadu juga dinilai penting agar program dan anggaran benar-benar tepat sasaran.

"Jangan sampai kita memiliki program dan anggaran, tetapi tidak didukung oleh data yang jelas mengenai persoalan dan kebutuhan masyarakat di lapangan," tambahnya.

Selain penguatan program dan anggaran, Emanuel mengingatkan pentingnya mengatasi stigma dan diskriminasi terhadap masyarakat maupun pasien yang terdampak AIDS dan TB. Masyarakat yang sedang menjalani pengobatan membutuhkan dukungan, pendampingan, dan pendekatan yang membuat mereka tidak merasa sendiri maupun terisolasi.

Sementara itu, Ketua Program Coordinator Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH) ATM sekaligus pengurus ADINKES Papua Tengah, Fransiska Rahmawati, menegaskan bahwa forum kemitraan tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial atau pertemuan rutin.

Forum harus mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun komitmen dan langkah konkret dalam pengendalian ATM, mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung.

"Forum kemitraan harus menjadi ruang untuk membangun kolaborasi yang nyata. Dengan komitmen bersama, dukungan pemerintah daerah, dan anggaran yang jelas, program penanggulangan ATM dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," pungkasnya. 

Ia berharap forum ini menjadi wadah koordinasi tiga bulanan untuk memastikan berbagai pihak terlibat secara aktif dan berkelanjutan dalam penanggulangan ketiga penyakit tersebut. (Martha)