Hisobi: Obsesitas Bukan Soal Bentuk Badan tapi Penyakit
Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono saat memberikan keterangan dalam temu media acara Anugerah Pharmindo Lestari (APL) di Jakarta, pada Sabtu (4/7/2026). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)
Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono saat memberikan keterangan dalam temu media acara Anugerah Pharmindo Lestari (APL) di Jakarta, pada Sabtu (4/7/2026). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)

Papua60detik - Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Dante Saksono Harbuwono mengatakan obesitas bukan sekadar soal berat badan tapi penyakit yang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

“Obesitas bukan lagi soal berat badan yang mempengaruhi bentuk badan (body shaping) yang bikin kita malu, enggak gitu, tapi obesitas adalah penyakit karena dengan obesitas kita bisa kena penyakit jantung bahkan risiko kanker,” ujar Dante, dalam temu media acara Anugerah Pharmindo Lestari (APL) di Jakarta seperti dilansir ANTARA, Sabtu (4/7/2026).

Katanya, berdasarkan Human Genome Project yang mengevaluasi gen di populasi dunia, menunjukkan gen obesitas sudah terpola sebagai pola tertentu. Hal itu yang membuat ada individu yang merasa mudah mengalami kenaikan berat badan.

“Jadi ada orang yang punya pendapat 'ah saya minum air saja sudah gemuk', ‘padahal saya sudah jaga-jaga makan tetap saja saya gemuk'. Nah, itu orang-orang yang menyandang gen obesitas,” tutur dia.

Dante menekan bahwa kondisi tersebut butuh pendekatan khusus, seperti perbaikan pola makan. Perubahan pola makan setidaknya berpotensi menurunkan berat badan sekitar 5 persen.

Jika perubahan itu dibarengi dengan olahraga dan gaya hidup sehat itu penurunannya dapat mencapai 5-10 persen. Sementara itu, jika dengan operasi ususnya mesti dipotong, penyerapan makanan jadi sedikit, penurunannya akan turun 25-30 persen.

“Kan ada gap tuh tadi, di situlah tempatnya obat untuk menurunkan berat badan. Kalau dia menggunakan obat khusus, gen-nya tadi yang sudah terpola itu akan mengalami proses yang namanya epigenetic gene process, ini proses pembelajaran gen yang sudah terpola dalam tubuh seseorang sehingga dia akan berubah sifatnya. Itu kalau pakai obat bisa turun hingga 20 persen,” ujar dia. (Redaksi)