Kadis Kesehatan Sebut Mimika Masih Kekurangan Nakes
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, foto: Martha/Papua60detik
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Saat ini, jumlah pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sebanyak 2.169 orang. Namun, angka tersebut dinilai masih belum mencukupi jika dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan pertumbuhan penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan layanan kesehatan. Di Mimika sendiri setiap tahunnya terjadi pertambahan penduduk sekitar 5 persen. 

Ia menjelaskan jumlah Nakes saat ini masih belum mencukupi. Mengacu pada target Kementerian Kesehatan, setiap 1.000 penduduk idealnya dilayani oleh minimal dua dokter, dua perawat dan dua bidan. 

"Kalau kami punya laporan akuntabilitas melihat rasio penduduk, jumlah tenaga dokter yang hari ini di Puskesmas jumlahnya 79 orang. Dengan posisi penduduk yang menggunakan data tahun sebelumnya 315 ribu, kita masih kurang kira-kira 300 tenaga," ujar Reynold Ubra saat diwawancarai, Senin (03/03/2026). 

Begitu juga dari sisi tenaga dokter spesialis. Saat ini terdapat sekitar 21 dokter spesialis yang bertugas di RSUD Kabupaten Mimika. Namun, jumlah tersebut juga dinilai belum mencukupi. 

"Secara keseluruhan memang masih membutuhkan tenaga dokter spesialis. Di Banti saja itu kami masih kurang tiga dalam kondisi normal. Kondisi ini kami bijaki dengan sistem dua shift dan nanti dengan sistem telemedicine," terangnya. 

Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, Dinas Kesehatan mengoptimalkan SDM yang ada. Selain itu, Dinkes juga memaksimalkan pelayanan dengan menguatkan enam program prioritas kesehatan menuju gerakan pembangunan kesehatan masyarakat. Salah satunya, pemberdayaan masyarakat melalui Posyandu dan pos kesehatan desa. 

"Kita memberdayakan masyarakat yang berkontribusi bidang kesehatan. Seperti melalui Posyandu, melalui pos kesehatan desa, kita coba memberdayakan masyarakat lokal untuk bisa menyuluh, kemudian di sekolah-sekolah mungkin ada dokter kecil," pungkasnya. (Martha)