Kapolda Perintahkan Akses Pelayanan Publik di Mamberamo Tengah Dibuka
Papua60detik - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri memerintahkan semua akses pelayanan publik di Mamberamo Tengah segera dibuka.
Pasalnya, pasca terjadinya unjuk rasa di daerah tersebut, aktifitas warga khususnya di Kobakma lumpuh. Pasar dan pertokoan serta semua perkantoran sementara dalam keadaan tutup. Bahkan sebagian warga mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya.
"Kami hanya mengamankan aktifitas masyarakat kembali seperti semula dan perintah Kapolda untuk segera membuka semua akses pelayanan publik," ujar Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare dalam rilis Humas Polda Papua.
Kombes Pol Alfred Papare bersama pejabat utama lainnya telah datang angsung menemui masyarakat agar tidak melakukan aksi yang melawan hukum.
Massa melakukan pemalangan di sejumlah tempat lantaran menolak keputusan KPK-RI atas penetapan Ricky Ham Pagawak sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi.
Kata Alfred, pihak kepolisian akan membackup tindakan hukum yang dilakukan oleh KPK.
"Oleh karena itu saya akan menyampaikan, tetap tenang untuk tidak boleh terjadi konfilik oleh masyarakat kita sendiri maupun masyarakat dari luar yang menganggu kenyamanan di Mamberamo tengah," imbuhnya.
"Mengenai oknum pejabat daerah yang melakukan perkumpulan dan pergerakan massa serta pemberitaan yang mengakibatkan semua masyarakat mengungsi keluar dari kota Kobakma, saya ingin sampaikan bahwa KPK yang menangani kasus korupsi masih terus dilakukan dan tidak lama lagi kita akan melakukan tindakan hukum terhadap yang bersangkutan," ujarnya menambahkan.
Saat ini, di Kabupaten Mamteng juga telah hadir pasukan Brimob Nusantara dan Brimobda Papua kurang lebih 2 SSK guna mengamankan situasi di Mamberamo Tengah agar tetap aman dan kondusif. (Salmawati Bakri)