Kesbangpol Mimika Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Papua60detik - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) sosialisasikan Koordinasi Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Karakter Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, dan Sejarah Kebangsaan Kabupaten Mimika, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan organisasi kemasyarakatan serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kerukunan, forum keagamaan, hingga forum-forum kewaspadaan yang ada di Kabupaten Mimika.
Ketua panitia kegiatan, Aloysius Daproma Yawang, mengatakan tujuan dari kegaitan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Menurutnya, sangat penting memperkuat wawasan kebangsaan, bela negara, serta semangat persatuan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Kita berupaya menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta membentuk karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai pancasila, toleransi, gotong royong, dan tanggung jawab sosial," ujar Aloysius.
Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Mimika, Amelda M. Rumayomi, mengatakan sosialisasi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kesbangpol Mimika sebagai upaya menjaga dan memperkuat rasa nasionalisme di tengah masyarakat.
"Di tengah perkembangan zaman, nilai-nilai cinta tanah air, bela negara, dan nasionalisme perlahan mulai terkikis, sehingga perlu terus dilakukan penguatan melalui sosialisasi," terangnya.
Menurut Amelda, sosialisasi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air merupakan agenda rutin dari Kesbangpol Mimika sebagai upaya menjaga dan memperkuat rasa nasionalisme di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dapat menjadi agen penyebar informasi di lingkungan masing-masing. Sehingga seluruh lapisan masyarakat memahami pentingnya cinta tanah air, bela negara, dan nasionalisme.
"Ilmu dan pemahaman yang diperoleh hari ini tidak berhenti pada peserta saja, tetapi dapat diteruskan kepada anggota organisasi, komunitas, kerukunan, forum-forum masyarakat, maupun teman-teman di sekolah sehingga semangat cinta tanah air terus tumbuh dan menyebar luas," harapnya. (Martha)