Massa KNPB Demonstrasi di DPRK Mimika Suarakan Sejumlah Tuntutan
Ratusan massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRK Mimika, Sabtu (15/8/2026). Foto: Eka/ Papua60detik
Ratusan massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRK Mimika, Sabtu (15/8/2026). Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik – Ratusan massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRK Mimika, Sabtu (15/8/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai tuntutan terkait situasi keamanan dan kemanusiaan di Papua.

Massa datang dari sejumlah titik dan kemudian berkumpul di depan gedung DPRK Mimika. Mereka membawa poster serta salib berwarna merah sebagai simbol yang dibawa dalam aksi tersebut.


Massa menyebut Papua saat ini berada dalam kondisi darurat militer dan kemanusiaan. Mereka mendesak pemerintah pusat menarik kembali pasukan militer yang dinilai telah didatangkan dalam jumlah besar ke Papua.

Salah seorang orator mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah Indonesia. Ia menilai negara lebih banyak mengambil kekayaan alam Papua dibandingkan memberikan perhatian terhadap masyarakat Papua.

“Negara tidak butuh orang Papua, negara butuh alam kekayaan Papua,” ujarnya dalam orasi dihadapan anggota dewan.

Ia juga mengaku pernah menjadi korban kekerasan saat peristiwa di Biak Numfor pada 1998. Menurutnya, meski saat itu masih berusia enam tahun, pengalaman tersebut masih membekas hingga kini.

Di hadapan massa, ia meminta anggota DPRK Mimika menyampaikan aspirasi tersebut kepada Presiden Republik Indonesia.

“Bapak dewan, tolong bilang kepada Presiden, sudah cukup orang Papua menderita. Emas dikeruk sampai habis, dan hari ini anak Papua banyak yang menjadi pengangguran,” katanya.

Massa juga menyinggung sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di Papua, termasuk di Maybrat.

Aksi berlangsung dengan penyampaian sejumlah tuntutan dan orasi secara bergantian di depan anggota DPRK Mimika. (Eka)