Meski Tanpa Gedung, Puskesmas Aroanop Tetap Layani Warga
Papua60detik - Hampir delapan tahun Puskesmas Arwanop di Distrik Tembagapura tidak ada layanan kesehatan. Berbeda dengan situasi di kota yang mudah mengakses fasilitas kesehatan, masyarakat Arwanop yang ingin berobat harus pergi ke Banti.
Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Puskesmas Arwanop Fransiska Tekege. Ia menjelaskan, tidak adanya akses layanan lantaran adanya gejolak keamanan yang terjadi pada tahun 2017 lalu. Akibatnya, seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) dan guru dialihka ke kota.
Akses layanan baru kembali dibuka saat Fransiska Tekege ditempatkan sebagai Plt Kepala Puskesmas tersebut, yaitu pada 23 Oktober 2025. Ia kemudian mengumpulkan masyarakat dari enam kampung untuk berdiskusi agar layanan kembali dibuka.
"Hari pertama saya langsung turunkan papan nama di Banti, lalu saya bawa ke Arwanop dan buka akses layanan kesehatan. Saya kumpulkan masyarakat mulai dari muara hingga hulu, kami diskusi di situ dan mendapatkan keputusan bahwa layanan kesehatan harus dibuka kembali," ujar Fransiska saat diwawancarai, Senin (16/03/2026).
Fransiska menjelaskan selama ini tidak ada rumah dinas bagi tenaga kesehatan di sana. Sementara itu, gedung Puskesmas Aroanop yang lama telah dialihfungsikan masyarakat menjadi sekolah Alkitab sehingga tidak lagi dapat digunakan sebagai fasilitas kesehatan.
"Saya sudah laporkan ke Bupati dan melalui dinas kesehatan, pemerintah membangun rumah petugas. Jadi per hari ini rumah petugas sudah jadi, tenaga siap ditempatkan di atas. tetapi Puskesmasnya rencana tahun ini akan dibangun," terangnya.
Sembari menunggu pembangunan gedung, Fransiska mengaku pelayanan kesehatan tetap berjalan dari kampung ke kampung dan juga melalui program Puskesmas Jalan Kaki (Pusjaki). Hal ini supaya seluruh masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan.
Untuk mengatur pelayanan, tenaga kesehatan dibagi tiga kelompok. Satu kelompok bertugas memberikan pelayanan di Banti, kelompok kedua melayani masyarakat di Aroanop, sementara kelompok ketiga bersiaga di Timika untuk membantu penanggulangan malaria di wilayah kota.
"Jumlah Nakes saat ini ada 36 orang ditambah satu dokter ditambah satu dokter yang mobile ke Banti dan Aroanop," pungkasnya. (Martha)