Minim SDM, Nakes RSUD Elfrida Sara Nduga Multiperan
Papua60detik - Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) membuat para tenaga kesehatan di RSUD Elvrida Sara Nduga harus menjalankan multiperan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
Direktur RSUD Elvrida Sara Nduga, dr Nataniel Imanuel Jadi mencontohkan, para perawat tidak hanya menjalankan tugas sebagai tenaga medis, tetapi juga sering mengambil peran lain seperti mengemudikan ambulans untuk menjemput pasien maupun mengantar dan menjemput petugas kesehatan.
"Selain menjadi perawat, mereka juga bersedia bila mana sopir tidak bisa mengantar atau menjemput pasien, maka perawat kami saat itu juga bersedia menjemput pasien, membawa ambulans, mengantarkan petugas atau menjemput petugas," ujar Natan saat diwawancarai, Rabu (24/06/2026).
Banyak tugas tambahan yang selama ini dikerjakan tenaga kesehatan demi memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Kondisi tersebut menjadi salah satu pendukungn pelayanan kesehatan di RSUD Elvrida Sara tetap dapat berlangsung di tengah keterbatasan SDM.
"Mungkin banyak teman-teman di tempat lain tidak tahu kenapa pelayanan bisa jalan di sana? Karena ada orang-orang yang bersedia melaksanakan tugas di luar dari tanggung jawabnya. Dia sudah melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik, tapi dia harus dibebankan tugas-tugas baru," terangnya.
Natan menjelaskan, rumah sakit saat ini masih membutuhkan sejumlah tenaga profesional, di antaranya radiografer, analis laboratorium, apoteker, ahli gizi, perawat Ners dan bidan. Selain itu, kebutuhan paling mendesak adalah dokter spesialis guna memperkuat pelayanan di ruang ICU, kamar operasi, dan layanan rujukan lainnya.
Mengenai komposisi SDM kesehatan, ia menyebut tenaga kesehatan Orang Asli Papua (OAP), khususnya putra-putri asli Nduga, kini semakin banyak terlibat dalam pelayanan di rumah sakit. Ia menyebutkan, sejumlah Nakes asli Nduga saat ini telah bekerja sebagai dokter, perawat profesi Ners, bidan profesi dengan STR, tenaga rekam medis, hingga tenaga kesehatan lingkungan.
"Kami butuh radiografer, laboratorium, apoteker, gizi, perawat profesi nesr dan bidan profesi dengan STR . Kami berharap di ruang ICU, operasi, ada tenaga-tenaga terampil di bidangnya. Paling utama dokter spesialis," pungkasnya. (Martha)